culture

Atlet Kebiasaan Melakukan Ritual dan Takhayul Mengubah Psikologi

Senin, 17 Maret 2025 | 17:50 WIB
Membuka pikiran: psikologi atlet yang menarik, ritual penggemar

SportlinkNews - Cat tubuh, kaus kaki yang tidak serasi, pernak-pernik tersembunyi — apa kesamaan mereka saat mengejar kejayaan di panggung terbesar?

Dalam dunia olahraga yang kompetitif, di mana setiap gerakan penting, atlet sering kali beralih ke  ritual dan takhayul untuk menemukan kenyamanan dan meningkatkan kepercayaan diri.

Kebiasaan unik ini juga dapat meluas ke penggemar. Dari makanan di piring mereka hingga pakaian di punggung mereka, beberapa penggemar olahraga juga merasa keberhasilan tim mereka bergantung pada hal-hal yang dilakukan dengan cara tertentu yang sering kali tidak dapat dijelaskan kepada orang lain.

Baca Juga: Penjelasan: Apa Itu Tendon Achilles yang Robek dan Mengapa Butuh Waktu lama untuk Sembuh?

Marc Cormier, direktur program pascasarjana Psikologi Olahraga dan Latihan yang bertempat di Departemen Kinesiologi dan Promosi Kesehatan Fakultas Pendidikan, dan direktur Layanan Konseling dan Psikologi Olahraga di Atletik Inggris, membahas bagaimana atlet menangani situasi bertekanan tinggi.

Sementara Jenny Rice, seorang profesor di Departemen Penulisan, Retorika, dan Studi Digital di Fakultas Seni dan Sains, membantu kita menjelaskan psikologi yang tampaknya tidak dapat dipahami di balik takhayul.

"Psikologi Olahraga dan Performa (SPP) adalah istilah umum yang mencakup dua area utama: kesehatan mental dan kebugaran mental," kata Cormier.

Baca Juga: Anna Kournikova Berubah dari Bintang Tenis Glamor Menjadi Penyendiri

Profesional psikologi olahraga mempelajari hubungan antara faktor psikologis dan pengoptimalan performa manusia. Singkatnya, faktor-faktor ini dapat mencakup pengaturan emosi, kecemasan, penyesuaian psikologis, konsentrasi, pengelolaan ekspektasi, dan bahkan kekompakan tim.

Jadi menurutnya atlet memiliki berbagai ritual dan takhayul untuk membantu mereka memasuki zona tersebut dan tampil lebih baik. Ritual ini dapat mencakup pakaian, makanan, musik, dan perilaku lainnya.

Contoh ritual atlet
Rafael Nadal: Memastikan botol airnya menghadap ke arah yang sama dan tidak menginjak garis lapangan. Wade Boggs: Mengonsumsi ayam sebelum pertandingan.

Baca Juga: Luka Modric Tetap Lebih Baik dari Arda Guler Meski Telah Pensiun

Michael Jordan selalu mengenakan celana pendek kuliahnya di balik celana pendek Chicago Bulls. Sedangkan Serena Williams acap memakai kaus kaki yang sama selama turnamen.

Manfaat ritual
Dapat membantu atlet mendapatkan kepercayaan diri dan rasa kendali agar tampil lebih baik.

Halaman:

Tags

Terkini