Dominasi China di All England 2025: Lebih Banyak Wakil di Final, Dua Gelar Dibawa Pulang

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 17 Maret 2025 | 14:00 WIB
Tunggal putra Cina, Shi Yu Qi Shi Yu Qi kembali naik podium lagi di 2025, tujuh tahun setelah ia terakhir kali menjuarai All England.
Tunggal putra Cina, Shi Yu Qi Shi Yu Qi kembali naik podium lagi di 2025, tujuh tahun setelah ia terakhir kali menjuarai All England.

SportlinkNews - Cina kembali menunjukkan taringnya di ajang All England 2025

Meskipun secara perolehan gelar, sama dengan raihan Korea dengan koleksi dua gelar, tapi kehadiran lebih banyak wakil di partai puncak menegaskan bahwa Cina masih menjadi kekuatan utama di dunia bulu tangkis.

Dua gelar yang diraih China datang dari sektor tunggal putra dan ganda campuran. Di nomor tunggal putra, Shi Yu Qi kembali membuktikan kelasnya sebagai pemain papan atas dunia.

Baca Juga: Lamine Yamal Tahu Pentingnya Gol Datang untuk Barcelona

Ia berhasil menaklukkan Lee Chia Hao dari Taiwan dengan skor 21-17, 21-19 dalam pertarungan yang berlangsung ketat. Shi Yu Qi kembali naik podium lagi, tujuh tahun setelah ia terakhir kali menjuarai All England

"Saya berpikir bagaimana caranya agar reli bisa berlangsung selama mungkin. Selalu ada tujuan besar di depan, dan saya akan terus maju," ungkap Shi Yu Qi.

Ini membuktikan bahwa di tengah gempuran pemain baru bermunculan dari negara lain seperti Lee Chia Hao dan Alex Lanier (Prancis), Cina masih bisa berjaya kendati pemain senior yang masih naik podium.

Baca Juga: Del Piero Melihat Masalah Serius di Balik Kekalahan Juventus Melawan Fiorentina

Di sektor ganda campuran, supremasi China semakin nyata dengan terciptanya "All Chinese Finals". 

Dua pasangan muda berbakat, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dan Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin, berhadapan dalam laga yang penuh strategi dan kecepatan.

Pada akhirnya, Guo/Chen keluar sebagai juara, menandai kebangkitan generasi baru ganda campuran Cina yang siap menguasai dalam beberapa tahun ke depan.

Keungulan Korea juga harus diakui. Di sektor tunggal putri, An Se Young semakin matang.

Baca Juga: Lewis Hamilton Marah Ferrari Salah Strategi

Dia kembali merebut gelar All England keduanya setelah sukses di edisi 2023. Ia mengalahkan Wang Zhi Yi (Cina) dengan skor 13-21, 21-18, 21-18.

Kekalahan ini menunjukkan bahwa meskipun tunggal putri Cina masih kuat, tapi mereka belum dapat menyaingi konsistensi pemain masa depan Korea ini yang kini semakin matang.

Hanya di sektor ganda putri dan ganda putra, Cina masih kesulitan untuk kembali ke masa kejayaan mereka. 

Sejak era keemasan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan pada All England pada 2019, Cina belum mampu merebut kembali supremasi di sektor ini.

Baca Juga: Mohamed Salah Melempem, Liverpool Gagal Juara Piala Liga Inggris 2024-2025

Begitu pula di ganda putra, di mana mereka sudah lama tak naik podium tertinggi. Gelar terakhir mereka di nomor ini terjadi pada 2009, saat Cai Yun/Fu Haifeng masih menjadi pasangan terkuat di dunia.

Setelah era mereka berakhir, ganda putra lebih sering dikuasai oleh pasangan-pasangan dari Denmark, Indonesia, Korea, dan Jepang.

Meskipun begitu, dengan regenerasi yang terus berjalan, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, mereka akan kembali menguasai semua sektor di All England dan membangun dinasti baru di bulu tangkis dunia, seperti era kejayaan mereka di Tahun 2000-an.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X