SportlinkNews - Cina kembali menunjukkan taringnya di ajang All England 2025.
Meskipun secara perolehan gelar, sama dengan raihan Korea dengan koleksi dua gelar, tapi kehadiran lebih banyak wakil di partai puncak menegaskan bahwa Cina masih menjadi kekuatan utama di dunia bulu tangkis.
Dua gelar yang diraih China datang dari sektor tunggal putra dan ganda campuran. Di nomor tunggal putra, Shi Yu Qi kembali membuktikan kelasnya sebagai pemain papan atas dunia.
Baca Juga: Lamine Yamal Tahu Pentingnya Gol Datang untuk Barcelona
Ia berhasil menaklukkan Lee Chia Hao dari Taiwan dengan skor 21-17, 21-19 dalam pertarungan yang berlangsung ketat. Shi Yu Qi kembali naik podium lagi, tujuh tahun setelah ia terakhir kali menjuarai All England
"Saya berpikir bagaimana caranya agar reli bisa berlangsung selama mungkin. Selalu ada tujuan besar di depan, dan saya akan terus maju," ungkap Shi Yu Qi.
Ini membuktikan bahwa di tengah gempuran pemain baru bermunculan dari negara lain seperti Lee Chia Hao dan Alex Lanier (Prancis), Cina masih bisa berjaya kendati pemain senior yang masih naik podium.
Baca Juga: Del Piero Melihat Masalah Serius di Balik Kekalahan Juventus Melawan Fiorentina
Di sektor ganda campuran, supremasi China semakin nyata dengan terciptanya "All Chinese Finals".
Dua pasangan muda berbakat, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dan Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin, berhadapan dalam laga yang penuh strategi dan kecepatan.
Pada akhirnya, Guo/Chen keluar sebagai juara, menandai kebangkitan generasi baru ganda campuran Cina yang siap menguasai dalam beberapa tahun ke depan.
Keungulan Korea juga harus diakui. Di sektor tunggal putri, An Se Young semakin matang.
Baca Juga: Lewis Hamilton Marah Ferrari Salah Strategi
Dia kembali merebut gelar All England keduanya setelah sukses di edisi 2023. Ia mengalahkan Wang Zhi Yi (Cina) dengan skor 13-21, 21-18, 21-18.
Kekalahan ini menunjukkan bahwa meskipun tunggal putri Cina masih kuat, tapi mereka belum dapat menyaingi konsistensi pemain masa depan Korea ini yang kini semakin matang.
Hanya di sektor ganda putri dan ganda putra, Cina masih kesulitan untuk kembali ke masa kejayaan mereka.
Sejak era keemasan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan pada All England pada 2019, Cina belum mampu merebut kembali supremasi di sektor ini.
Baca Juga: Mohamed Salah Melempem, Liverpool Gagal Juara Piala Liga Inggris 2024-2025
Begitu pula di ganda putra, di mana mereka sudah lama tak naik podium tertinggi. Gelar terakhir mereka di nomor ini terjadi pada 2009, saat Cai Yun/Fu Haifeng masih menjadi pasangan terkuat di dunia.
Setelah era mereka berakhir, ganda putra lebih sering dikuasai oleh pasangan-pasangan dari Denmark, Indonesia, Korea, dan Jepang.
Meskipun begitu, dengan regenerasi yang terus berjalan, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, mereka akan kembali menguasai semua sektor di All England dan membangun dinasti baru di bulu tangkis dunia, seperti era kejayaan mereka di Tahun 2000-an.
Artikel Terkait
All England 2025: Hujan Kejutan, Banyak Unggulan Tersingkir di Babak Awal
All England 2025: Leo/Bagas Dalam Perburuan Gelar Pertama
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani: Pembelajaran dari Semifinal All England 2025
Tradisi Final All England: Bisakah Indonesia Pertahankan Dominasi Ganda Putra?
All England 2025: Leo/Bagas Tunduk di Final, Tradisi Juara Ganda Putra Terhenti