Kebijakan ini telah membantu Timor-Leste membuat kemajuan besar – dari posisi terbawah peringkat FIFA pada tahun 2002, tanpa kemenangan, mereka naik ke peringkat 146 dunia pada bulan Juni 2015.
Mereka bahkan bermain imbang dengan Malaysia, Palestina dan hanya kalah tipis dari lawan yang kuat. Hal ini mendorong tim-tim di grup yang sama di kualifikasi Piala Dunia untuk mengajukan pengaduan ke FIFA, yang kemudian melakukan penyelidikan.
Akibatnya, Timor-Leste dilarang berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Asia, dan Kementerian Kehakiman negara itu harus mencabut kewarganegaraan sembilan pemain Brasil karena pelanggaran dalam proses naturalisasi.
Baca Juga: Supercoppa Italiana: Milan Vs Como Bisa Dimainkan di Luar Negeri
Menurut komentator Quang Huy, cerita tentang Malaysia saat ini hanya rumor. Namun, memang ada banyak kasus mencurigakan tentang naturalisasi cepat Malaysia. Oleh karena itu, kemungkinan FIFA membuka penyelidikan cukup tinggi.
"Kembali ke cerita Malaysia, saat ini ini masih sekadar rumor yang tersebar di media sosial dan beberapa situs berita - belum ada konfirmasi resmi," ujarnya.
Namun dengan apa yang terjadi, kemungkinan FIFA melakukan investigasi sepenuhnya mungkin, karena jelas ada banyak kejanggalan.
Misalnya, banyak pemain yang baru pertama kali tiba di Malaysia untuk persiapan pertandingan telah diakui sebagai warga negara - ini sangat tidak biasa. Tidak peduli seberapa fleksibel hukum diterapkan, kasus ini masih sangat mencurigakan.
Baca Juga: Calvin Verdonk Belum Terima Tawaran Resmi dari FC Utrecht, Masa Depan Masih Terbuka
Selain cerita bahwa FIFA mungkin melakukan investigasi, naturalisasi massal juga menimbulkan kontroversi di kalangan publik Malaysia.
Hingga saat ini, media dan penggemar Malaysia terbagi menjadi dua pendapat. Satu kelompok menentang kebijakan naturalisasi, khawatir itu akan memengaruhi pembangunan berkelanjutan sepak bola negara itu.
Namun tidak peduli seberapa banyak kontroversi yang ada, tidak dapat dipungkiri bahwa Malaysia semakin kuat. Dan mereka bisa lebih banyak dinaturalisasi, membuat komentator Quang Huy khawatir tentang pertandingan leg kedua yang akan kami selenggarakan pada bulan Maret.
Terutama, dalam pertandingan melawan tim Vietnam, Malaysia mendaftarkan 17 hingga 18 pemain naturalisasi dalam daftar pemain yang berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Asia 2027. Federasi Sepak Bola Malaysia memperkenalkan 5 pemain naturalisasi baru seperti yang disebutkan di atas.
Baca Juga: Ketua KONI Jambi Terpilih Mat Sanusi Tekankan Penguatan Olahraga Unggulan
Skuat pemain berkualitas tinggi ini membantu tim Malaysia menjadi jauh lebih kuat dan menang 4-0 atas tim Vietnam. Banyak orang meramalkan bahwa Malaysia akan menjadi kekuatan baru dalam sepak bola regional, bersama Indonesia.
Artikel Terkait
Paul Pogba Sosok Misterius yang Melanggar Aturan Mengubah Permainan Jadi Keren
Oasis Luncurkan Kerja Sama Mengejutkan Meski Kecintaan Liam dan Noel Gallagher Terhadap Man City Sudah Memudar
Debut Mbappe di Piala Dunia Antarklub bersama Real Madrid Datang Pada Waktu yang Tepat
Ditekuk Real Madrid 1-0, Juventus Frustrasi Tersingkir di Piala Dunia Antarklub
Alonso Bahas Tiga Topik Usai Real Madrid Taklukkan Juventus Termasuk Nasib Mbappe