Portugal Resmi Selidiki Dugaan Rasisme terhadap Vinicius Jr di Liga Champions

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 19 Februari 2026 | 22:48 WIB
Gianluca Prestianni (kanan) terlihat menutup mulutnya saat berbicara kepada Vinicius Junior dalam laga antara Real Madrid dan Benfica beberapa waktu lalu.  (PATRICIA DE MELO MOREIRA)
Gianluca Prestianni (kanan) terlihat menutup mulutnya saat berbicara kepada Vinicius Junior dalam laga antara Real Madrid dan Benfica beberapa waktu lalu. (PATRICIA DE MELO MOREIRA)

SportlinkNews - Dugaan tindakan rasial terhadap pemain bintang Vinicius Junior memasuki babak baru.

Pemerintah Portugal memastikan telah membuka penyelidikan resmi atas insiden yang terjadi dalam laga Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Benfica, Selasa lalu.

Melalui Otoritas Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan dalam Olahraga (APCVD), pemerintah menyatakan telah memulai prosedur administratif untuk mengklarifikasi fakta-fakta di lapangan.

Baca Juga: Ramadan: Atur Nutrisi, Maksimalkan Fat Loss, Jaga Performa

Langkah ini memperlihatkan keseriusan otoritas nasional dalam menangani dugaan pelecehan rasial yang kembali mencuat di kompetisi elite Eropa.

Kasus tersebut disebut-sebut melibatkan komentar dari pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni.

Jika terbukti, insiden ini menambah daftar panjang dugaan perlakuan rasis yang dialami Vinícius selama delapan musim berseragam Los Blancos, angka yang kembali memantik keprihatinan luas.

Baca Juga: Arteta Marah Besar, Kecam Pemain Sendiri Usai Arsenal Ditahan Wolves

Masalah krusial dalam proses pembuktian adalah minimnya bukti visual maupun audio yang jelas.

Prestianni terlihat menutup mulutnya saat berbicara, sehingga sulit memastikan secara pasti ucapan yang dilontarkan. Situasi ini membuat kasus berpotensi menjadi adu kesaksian tanpa verifikasi konkret.

Tak lama setelah pertandingan, Vinicius meluapkan kekecewaannya melalui media sosial, menyindir pelaku yang berbicara sambil menutup mulut sebagai tindakan pengecut.

Baca Juga: Drama 6 Gol Akhiri Laga Club Brugge Vs Atletico Madrid

Respons tersebut memicu gelombang solidaritas sekaligus perdebatan di kalangan sepak bola internasional.

Mantan bek Manchester United, Mikael Silvestre, yang kini tergabung dalam FIFA Players' Voice Panel, mengungkapkan bahwa insiden ini turut dibahas intens di internal panel pemain.

Menurutnya, perlu dipertimbangkan aturan baru untuk menindak perilaku berbicara sambil menutup mulut, jika terbukti digunakan untuk menyamarkan ujaran kebencian.

Baca Juga: AC Milan 1-1 Como 1907: Leao Selamatkan Rossoneri dari Kekalahan Usai Blunder Maignan

Silvestre juga menyoroti pentingnya transparansi saat protokol antirasisme dijalankan.

Dalam laga tersebut, wasit Francois Letexier terlihat memberi sinyal resmi penerapan prosedur. Namun, ia menilai perlu ada pengumuman yang lebih jelas di stadion agar seluruh penonton memahami situasi yang sedang ditangani.

Di sisi lain, Real Madrid menyatakan telah menyerahkan seluruh bukti yang dimiliki kepada UEFA dan menegaskan komitmen untuk bekerja sama penuh dalam investigasi.

Baca Juga: Penonton Super League di Stadion Tembus 1 Juta Orang Lebih

Klub raksasa Spanyol itu juga mengapresiasi dukungan luas dari komunitas sepak bola dunia terhadap pemainnya.

Meski demikian, respons tidak sepenuhnya seragam. Pelatih berpengalaman Jose Mourinho sempat melontarkan pembelaan terhadap Benfica dengan menyinggung legenda klub, Eusebio.

Pernyataan tersebut justru menuai kritik tajam, termasuk dari legenda Prancis Lilian Thuram yang mempertanyakan relevansi argumen tersebut.

Baca Juga: Pembalap MotoGP akan Ngebut di Jalanan Kota Adelaide Mulai 2027

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Sports Illustrated

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X