SportlinkNews - Spanyol kini menyongsong Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kekuatan yang paling diunggulkan untuk meraih trofi. Namun, di tengah euforia tersebut, Lamine Yamal dan kolega mendapatkan peringatan keras agar tidak terjebak dalam sikap jemawa terhadap kekuatan lawan.
Pesan waspada tersebut disampaikan secara terbuka oleh mantan penyerang legendaris La Furia Roja, Fernando Llorente. Ia menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati saat Spanyol berupaya memburu gelar juara dunia kedua setelah sukses bersejarah pada edisi 2010.
Sejarah mencatat kejayaan Spanyol di Afrika Selatan merupakan kelanjutan dari dominasi mereka setelah memenangi Euro 2008. Kini, skuad asuhan Luis de la Fuente digadang-gadang mampu mengulang siklus serupa setelah berhasil mengamankan takhta juara Euro 2024.
Baca Juga: Persita Curi Poin di Bantul, Carlos Pena Puji Kedisiplinan Pendekar Cisadane
Llorente, yang memiliki pengalaman internasional dengan koleksi 24 laga, melihat adanya potensi besar dalam komposisi skuad Spanyol saat ini. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa jalan menuju podium juara akan dihadang oleh rival-rival berat seperti Prancis, Jerman, dan Portugal.
"Saya menilai Spanyol favorit juara, mereka bermain dengan impresif. Saya mengharapkan mereka yang terbaik dan berpesan agar mereka jangan merasa mereka lebih baik daripada tim lain," kata Llorente dikutip dari Mundo Deportivo.
Mantan bintang Athletic Bilbao dan Juventus tersebut merujuk pada pengalaman pahit timnya saat memulai turnamen di edisi 2010. Ia mengenang bagaimana status unggulan tidak menjadi jaminan kemenangan saat mereka justru tersungkur di pertandingan pembuka grup.
Baca Juga: Meski Menang atas Bhayangkara FC, Bojan Hodak Kritik Performa Persib di Awal Laga
"Di Afrika Selatan dulu, mereka membungkam kami di laga pertama. Tidak peduli seberapa hebat Anda menganggap diri Anda, pada akhirnya, ada banyak kesetaraan," tuturnya memberikan nasihat.
"Anda tidak boleh menganggap, Anda lebih baik daripada tim lain. Anda harus selalu memberikan segala-laganya," ia melanjutkan.
Kewaspadaan tinggi harus diterapkan karena setiap kontestan di Piala Dunia memiliki kapasitas untuk menciptakan kejutan yang menyakitkan. Fokus yang pecah sedikit saja bisa berakibat fatal bagi ambisi besar Spanyol untuk kembali menguasai panggung sepak bola sejagat raya.
Baca Juga: Debutan GT World Challenge Asia, Sean Gelael Asah Performa Lewat Simulasi dan Pit Stop
"Tim apa pun bisa memberi Anda masalah. Argentina, juara bertahan, Prancis yang punya sebuah tim luar biasa, Portugal yang memiliki tim yang menakjubkan, Belanda... Ada beberapa tim yang luar biasa bagus," ujarnya.
"Apa pun bisa terjadi dalam satu pertandingan. Kita sudah melihatnya di Piala Dunia, siapa pun bisa menyingkirkan kami," ungkapnya.
Artikel Terkait
Spanyol Tegaskan Ambisi Gelar Final Piala Dunia 2030 di Santiago Bernabeu
Cedera ACL, Xavi Simons Gagal Bela Belanda di Piala Dunia 2026
FIFA Bakal Naikkan Uang Hadiah Piala Dunia 2026
FIFA Mengubah Aturan Kartu Kuning untuk Piala Dunia 2026
Aturan Baru dan Tidak Biasa untuk Piala Dunia 2026: Pemain yang Menutupi Mulutnya Akan Diberi Kartu Merah