SportlinkNews - FIFA, secara resmi mengesahkan permintaan UEFA untuk memberlakukan hukuman larangan bertanding Gianluca Prestianni di seluruh kompetisi internasional. Keputusan ini berdampak langsung pada ketersediaan pemain Benfica tersebut dalam memperkuat Argentina di Piala Dunia 2026.
Langkah tegas ini diambil setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain sebanyak enam pertandingan kepada Prestianni pada akhir April lalu. Ia dinyatakan bersalah atas tindakan indisipliner berupa penghinaan verbal yang ditujukan kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.
Insiden memanas tersebut bermula saat Real Madrid bertandang ke markas Benfica dalam laga leg pertama play-off Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon. Ketegangan meledak ketika Prestianni terlibat konfrontasi fisik dan kata-kata dengan Vinicius sesaat setelah pemain Brasil itu merayakan gol tunggal kemenangan tim tamu.
Baca Juga: Teppei Yachida Jadi Motor Serangan Efektif Bali United FC Sumbang 5 Gol dan 3 Assist
Vinicius segera melaporkan kejadian tersebut kepada wasit karena merasa mendapatkan hinaan yang mengarah pada tindakan diskriminasi rasial di tengah lapangan. Situasi sempat menjadi pelik karena Prestianni berupaya menyembunyikan ucapannya dengan cara menutup mulut menggunakan jersey miliknya saat melontarkan umpatan.
Setelah melalui proses investigasi mendalam, tim disiplin UEFA menemukan fakta ejekan yang dilontarkan bukan merupakan hinaan rasisme melainkan ejekan anti-gay. Pemain berusia 20 tahun itu terbukti menyebut Vinicius dengan kata homo yang masuk dalam kategori pelanggaran serius terhadap kode etik perilaku.
Keputusan FIFA untuk memvalidasi sanksi ini bertujuan untuk memberikan efek jera serta menegaskan perilaku ofensif tidak memiliki tempat dalam sepak bola. Dengan adanya yurisdiksi global ini, Prestianni dipastikan tidak bisa melarikan diri dari hukuman meski berkompetisi di luar naungan konfederasi Eropa.
Baca Juga: Bidik Tiga Poin, Persik Kediri Waspadai Semen Padang FC yang akan Bermain Tanpa Beban
"Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperpanjang larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, agar berlaku di seluruh kompetisi dunia," bunyi pernyataan FIFA dikutip dari ESPN.
Konsekuensi dari perluasan sanksi ini membuat posisi Prestianni di skuad Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026 mendatang berada dalam ketidakpastian. Mengingat durasi hukuman yang masih tersisa, ia terancam harus melewatkan dua pertandingan awal di fase grup turnamen tersebut.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, kini dihadapkan pada dilema besar dalam menentukan daftar final pemain yang akan dibawa menuju turnamen paling bergengsi tersebut. Ketidakhadiran Prestianni di awal kompetisi tentu akan merugikan skema taktikal jika Scaloni tetap memutuskan untuk membawanya dalam rombongan.
Baca Juga: Final Liga Champions: Arsenal Bertemu PSG di Puskas Arena, Stadion Berkapasitas 67.000 Tempat Duduk
Prestianni merupakan salah satu talenta muda yang mulai mendapatkan kepercayaan setelah mencatatkan debut bersama Tim Tango pada akhir tahun lalu. Namun, rekam jejak indisipliner ini bisa menjadi noda dalam karier internasionalnya yang baru saja mulai menanjak di bawah asuhan Scaloni.
Ketersediaan stok penyerang dan gelandang serang yang melimpah di skuad Argentina saat ini membuat posisi Prestianni makin rentan untuk tergeser oleh pemain lain. Scaloni dikenal sebagai pelatih yang sangat mempertimbangkan keharmonisan ruang ganti serta kepatuhan pemain terhadap etika profesional di luar maupun di dalam lapangan.
Artikel Terkait
Kesaksian Kylian Mbappe tentang Insiden Vinicius-Prestianni: Dia Panggil Monyet Lima Kali
UEFA Skors Prestianni Satu Laga Usai Dugaan Rasisme ke Vinicius Jr
Jose Mourinho Beri Peringatan Keras kepada Gianluca Prestianni di Tengah Tuduhan Rasisme
UEFA Hukum Prestianni atas Pelanggaran Homofobia ke Vinicius