Grup L Piala Dunia: Kesempatan Inggris Lepas Label Tim Hampir Juara

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 10 Juni 2026 | 20:07 WIB
Harry Kane sedang memburu Sepatu Emas Piala Dunia keduanya setelah meraih yang pertama pada tahun 2018 berkat enam gol yang dicetaknya di Rusia.
Harry Kane sedang memburu Sepatu Emas Piala Dunia keduanya setelah meraih yang pertama pada tahun 2018 berkat enam gol yang dicetaknya di Rusia.

Kehadiran Rice memberikan kebebasan kepada pemain yang lebih ofensif seperti Jude Bellingham untuk bergerak maju, mencari ruang, dan mendukung serangan tanpa harus terlalu khawatir terhadap transisi negatif.

Baca Juga: Vietnam Tersingkir, Timnas Indonesia Tantang Australia

Sementara itu, sektor sayap menjadi salah satu senjata paling berbahaya yang dimiliki Inggris.

Kecepatan dan kemampuan satu lawan satu dari pemain seperti Bukayo Saka dan Anthony Gordon membuat pertahanan lawan terus berada dalam tekanan. 

Keduanya mampu membuka ruang, menembus lini pertahanan, serta mengirimkan umpan berbahaya ke area penalti.

Kombinasi tersebut memberi suplai bola yang melimpah bagi Harry Kane, sekaligus membuka peluang bagi Bellingham dan pemain lini kedua lainnya untuk ikut mencetak gol.

Baca Juga: Shakira Cetak Sejarah Piala Dunia Lewat Lagu Dai Dai

Pemain yang Patut Diperhatikan

Harry Kane: Meskipun sudah berusia lebih dari 30 tahun, kapten teladan ini tetap menjadi ikon yang tak tergantikan. Di Piala Dunia 2026, Kane mewujudkan sosok "false nine" yang sempurna. 

Kemampuannya untuk mundur ke belakang, menahan bola, mendistribusikan umpan, dan menciptakan ruang bagi pemain sayap untuk menembak adalah bagian terpenting dalam sistem serangan Tuchel.

Tentu saja, instingnya dalam penyelesaian akhir yang menentukan tetap sangat tajam.

Bukayo Saka: Saka menghadirkan ketidakpastian dan kreativitas tanpa batas. Dia adalah pemain sayap kanan yang kuat, lincah, dan lugas.

Baca Juga: Barcelona Masih Ragu, Muenchen Siap Tampung Rashford

Selain kemampuan menggiring bola dan menciptakan peluang, ia juga dapat memberikan ancaman dengan tembakan jarak jauh yang keras menggunakan kaki kirinya.

Saka akan menjadi kunci bagi Inggris untuk menembus tembok pertahanan yang rapat.

John Stones: Ia dipercaya menjadi starter dalam 26 pertandingan terakhir Inggris di ajang turnamen besar.

Catatan tersebut terbilang luar biasa mengingat pada musim terakhirnya bersama Manchester City, ia hanya mendapatkan 12,8 persen dari total menit bermain yang tersedia di Liga Premier.

Baca Juga: Istri Lionel Messi, Antonela Roccuzzo Tampil Berani dalam Balutan Bikini Mungil

Bek elegan ini memiliki akurasi umpan terbaik (95%) di antara semua pemain Piala Dunia sejak 1966.

Kekuatan Inggris

Skuad paling berpengalaman dalam sejarah Inggris di Piala Dunia: Tim yang dibawa Thomas Tuchel ke Amerika Utara merupakan salah satu skuad paling matang yang pernah dimiliki The Three Lions.

Sebanyak 22 pemain dalam tim ini pernah merasakan gelar juara bersama klub masing-masing sejak musim 2024-2025, menghadirkan mentalitas pemenang yang sangat dibutuhkan dalam turnamen besar.

Harry Kane sedang berada di puncak performa: Kapten timnas Inggris ini datang ke Piala Dunia setelah menjalani salah satu musim paling produktif sepanjang kariernya.

Ketajamannya di depan gawang tetap menjadi tumpuan utama Inggris untuk membongkar pertahanan lawan dan memenangkan pertandingan-pertandingan krusial.

Baca Juga: Spurs Temukan Formula Kemenangan, Siap Tekan Knicks di Gim 4

Munculnya Elliot Anderson menambah keseimbangan lini tengah: Kehadiran Elliot Anderson memberikan solusi pada sektor yang sempat menjadi perhatian Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X