Kesombongan atau kebanggaan? Argentina Bergulat dengan Label Penjahat Piala Dunia

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 22 Juli 2026 | 06:29 WIB
Gelandang Argentina Leandro Paredes (atas) menyerang gelandang Spanyol Gavi.
Gelandang Argentina Leandro Paredes (atas) menyerang gelandang Spanyol Gavi.

Ada juga sejarah panjang para penggemar klub yang melempar pisang ke lapangan atau membuat gerakan monyet kepada penggemar Brasil atau pemain kulit hitam.

Selama Piala Dunia ini, FIFA mengutuk rasisme dalam sebuah pernyataan setelah seorang pendukung Argentina mengatakan kepada seorang influencer kulit hitam AS yang dikenal sebagai IShowSpeed ​​untuk "menangis di kebun binatang" selama siaran langsung.

Aktor AS Samuel L. Jackson menimbulkan kontroversi ketika ia mendesak orang kulit hitam dalam sebuah cerita Instagram untuk tidak mendukung Argentina yang ia sebut sebagai salah satu "negara paling rasis di dunia."

Baca Juga: Wushu Indonesia Kejar TC di China Demi Pertahankan Tradisi Emas Asian Games

Sosiolog Ivan Schuliaquer dari Universidad Nacional de San Martín (UNSAM) mengatakan orang tidak boleh mengambil rasisme yang terkait dengan sepak bola dan menerapkannya secara umum pada masyarakat dan sejarah Argentina.

Rasisme ini ada dan tidak boleh disangkal, katanya.

"Namun, dalam banyak kasus, label-label ini berasal dari negara-negara penjajah yang belum sepenuhnya menyelesaikan masalah rasisme."

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

 

 

 

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: Batimes

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden La Liga: FIFA Menghancurkan Sepak Bola

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:44 WIB
X