UEFA Galang Kekuatan Lawan FIFA, Presiden FIGC Sebut Terjadi Konflik Total

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 30 Juli 2026 | 18:32 WIB
Kantor UEFA di Nyon Swiss (UEFA)
Kantor UEFA di Nyon Swiss (UEFA)

SportlinkNews - Ketegangan antara dua badan penguasai sepak bola global kembali memuncak seiring memanasnya penolakan terhadap rencana komersialisasi Piala Dunia. UEFA dilaporkan tengah menggalang kekuatan penuh guna membendung langkah FIFA yang berniat menjual saham pengelolaan ajang prestisius empat tahunan tersebut kepada pihak investor swasta.

Langkah FIFA yang berencana melepas porsi kepemilikan Piala Dunia kepada konsorsium swasta memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Penolakan tajam tersebut didasari kekhawatiran akan pergeseran fokus turnamen yang dinilai bakal berorientasi murni pada keuntungan finansial.

Masuknya modal swasta juga memunculkan kecemasan mendalam terkait potensi intervensi investor dalam ranah kebijakan teknis sepak bola. Kendati FIFA memberikan jaminan independensi, para pemangku kepentingan tetap meragukan batasan kewenangan pihak ketiga tersebut.

Baca Juga: Catatan Menarik Statistik Balap F1 Hingga Pertengahan Musim 2026

Dampak domino terhadap jadwal turnamen yang kian padat turut menjadi perhatian utama dalam penolakan tersebut. Penambahan beban pertandingan dikhawatirkan bakal semakin menguras fisik serta mengancam keselamatan para pemain profesional.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, mengungkapkan UEFA sedang merapatkan barisan bersama jajaran federasi dan pengelola liga top Eropa. Upaya konsolidasi internal tersebut dilakukan demi memperkuat posisi tawar kawasan Eropa dalam menghadapi manuver FIFA.

"Kemarin malam, sekretaris jenderal UEFA meminta saya ikut dalam panggilan video dengan liga-liga paling prestisius di Eropa, seperti Spanyol, Prancis, Jerman, dan Inggris. Itu menunjukkan seberapa besar UEFA menganggap kami," kata Malago.

Baca Juga: Curhatan Pedro Acosta: Ogah Disia-siakan di KTM, Ducati Jadi Tujuan

Dalam pertemuan darurat tersebut, jajaran pimpinan UEFA bersama perwakilan liga-liga papan atas membedah rincian proposal bisnis yang diajukan FIFA. Pihak UEFA secara tegas menyuarakan penolakan keras terhadap draf kerja sama investasi tersebut.

"Saya juga menerima serangkaian dokumen terkait proyek (FIFA) ini, sebut saja begitu, yang mana jujur saja tidak biasa dari FIFA. Pastinya selama panggilan video, Presiden Ceferin (UEFA) menolak banget rencana itu," ucapnya.

Langkah konsolidasi federasi se-Eropa dijadwalkan terus berlanjut guna merumuskan sikap bersama. Malago menyebut adanya dukungan kuat yang mengalir dari pelbagai entitas, bahkan dari sektor di luar ekosistem sepak bola.

Baca Juga: Menghadapi Super League 2026/27 Ko Myeong-seok Jadi Pilar Baru di Lini Pertahanan Dewa United Banten FC

"Besok akan ada pertemuan, saya tak bisa bilang itu formal atau bukan, dengan semua federasi di Eropa. Saya sudah melihat sejumlah posisi yang kuat, bahkan di luar dunia sepak bola," ujarnya.

Perseteruan mengenai komersialisasi turnamen ini menandai titik terendah dalam hubungan diplomatik antara Zurich dan Nyon. Malago menilai perbedaan pandangan ini telah memicu garis pemisah yang amat tegas di antara kedua organisasi.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dani Olmo Kecewa Ayala Berbohong

Rabu, 29 Juli 2026 | 07:19 WIB
X