SportlinkNews - Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, secara terbuka mengakui keputusannya menjadi penyebab utama tersingkirnya timnya di Piala Dunia 2026. Keputusan keliru yang diambilnya saat jeda minium terbukti fatal dan berujung pada kekalahan anak asuhnya.
Langkah Brasil di turnamen sepak bola terakbar internasional tersebut harus terhenti secara tragis di babak 16 besar. Pemegang lima gelar juara dunia itu dipaksa menyerah dengan skor 1-2 saat berhadapan dengan Norwegia.
Hasil minor ini mencatatkan rekor kelam baru bagi perjalanan sejarah sepak bola Selecao di panggung internasional. Catatan buruk tersebut menjadi pencapaian terendah Brasil di Piala Dunia sejak edisi 1990 silam.
Baca Juga: Manchester City Luncurkan Jersey Tandang 2026/27, Didominasi Warna Hitam dan Logo Lebah Pekerja
Kedua tim sejatinya bermain sengit dan imbang tanpa gol hingga paruh kedua pertandingan berjalan. Kedudukan skor masih bertahan 0-0 ketika wasit memutuskan untuk memberlakukan jeda minum di babak kedua.
Namun, situasi di lapangan berubah drastis dengan menguntungkan kubu lawan seusai jeda singkat tersebut. Lini pertahanan Brasil justru rapuh dan kebobolan dua gol beruntun yang diborong penyerang Norwegia, Erling Haaland.
Ancelotti menilai momem jeda minum pada paruh kedua pertandingan tersebut sebagai titik balik kehancuran strategi timnya. Juru taktik berkebangsaan Italia itu tanpa ragu mengakui kekhilafannya dalam mengubah skema permainan di tengah laga.
Baca Juga: Grand Prix Thailand Jadi Balap Pembuka Musim 2027 yang Bersejarah
"Saya kira kami kalah di Piala Dunia saat jeda minum melawan Norwegia. Kenapa? Karena, sampai di titik itu, tim memegang kendali ... " kata Ancelotti dikutip dari ESPN.
Eks pelatih Real Madrid itu merasa keliru dalam menguji stabilitas dan kontrol permainan anak-anak asuhnya di lapangan. Penyesuaian instruksi taktis yang diinstruksikannya justru memicu celah di barisan belakang Brasil.
"Di situlah mungkin letak kesalahan saya -- berpikir kalau tim sudah kehilangan kendali permainan ketika yang terjadi justru sebaliknya. Saya melakukan beberapa perubahan ke tim dan kemudian kami menghadapi masalah dengan gol Erling Haaland," ucapya.
Baca Juga: DBL Academy Selection Team Timba Ilmu ke Jepang
Gempuran mematikan Haaland seusai jeda tersebut langsung meruntuhkan fokus dan mental bertanding para pemain Selecao. Ancelotti menyebut momen kebobolan pada pertengahan babak kedua menjadi situasi yang sangat sulit untuk diputarbalikkan.
"Dan kemudian di Piala Dunia, ketika Anda kebobolan di menit ke-30 (babak kedua), sangat sulit untuk bangkit dari sana," ujarnya.
Artikel Terkait
Brasil Gagal di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti: Ini Awal, Bukan Akhir bagi Brasil
Kepincut Atmosfer Super League, Pemain Brasil Ini Merapat ke Arema FC
Gelandang Brasil Fabio Calonego Tetap bersama Persija Jakarta
Joao Gomes Resmi Mendarat di Aston Villa, Jadi Pemain ke-6 Brasil di Villa Park
Uji Coba Brasil Picu Kontroversial, Ini Dampaknya buat Peserta SEA Games