Kebijakan penambahan jumlah pertandingan tersebut dinilai secara langsung mengeksploitasi kondisi fisik para pemain profesional di lapangan. Penjadwalan yang sangat padat memicu tingginya risiko cedera serius yang mengancam karier para pemain.
Dampak dari penumpukan jadwal pertandingan tersebut kini mulai dirasakan secara nyata oleh banyak klub papan atas dunia. Alhasil banyak pemain cedera dan bisa berkepanjangan akibat minimnya waktu istirahat yang ideal.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Presiden FIGC Tegaskan Negosiasi dengan Pep Guardiola Masih Tahap Awal
Pemerintah Italia Kritik Langkah FIGC Dekati Pep Guardiola Secara Terbuka
Dukung Rumah Judi Pirlo Terancam Non-Job, FIGC Terlibat Konflik Internal
Kebobrokan Internal FIGC yang Sulit Dibenahi
UEFA Galang Kekuatan Lawan FIFA, Presiden FIGC Sebut Terjadi Konflik Total