Jumlah ini tiga kali lipat lebih banyak daripada jumlah penonton yang hadir di pertandingan semifinal antara Indonesia dan Thailand (dengan hanya 10.771 suporter).
Statistik menunjukkan bahwa selama hampir empat dekade, setiap kali tim nasional Indonesia bermain di final di Stadion Gelora Bung Karno, mereka selalu kalah.
Sejak final sepak bola putra SEA Games 1987, Indonesia belum pernah meraih gelar juara saat memainkan pertandingan final di stadion ini.
Beberapa kekalahan pahit termasuk di final Piala AFF 2002, ketika tim nasional Indonesia kalah adu penalti dari Thailand di Gelora Bung Karno.
Baca Juga: Berapa Banyak Latihan yang Harus Anda Lakukan untuk Mengembangkan Otot Anda?
Dua tahun kemudian, mereka kalah dari Singapura di final Piala AFF. Di Piala AFF 2010, mereka kembali kalah di Gelora Bung Karno dan kalah di final dari Malaysia dengan skor total 2-4.
Di level yunior, timnas U19 Indonesia berhasil meraih gelar juara dalam 2 periode terakhir (2013 dan 2024).
Namun Ironisnya, kedua kali mereka tidak menyelenggarakan turnamen di Gelora Bung Karno, melainkan membawanya ke lokasi yang kurang terkenal seperti Gelora Bung Tomo atau Gelora Delta.
Demikian pula, di level U16, mereka juga memenangkan kejuaraan dua kali, tetapi keduanya tidak di Stadion Gelora Bung Karno.
Dalam pertandingan terakhir, laga final melawan U23 Vietnam, timnas U23 Indonesia akhirnya harus merasakan buah pahit di "tanah suci" mereka.