NRD mengonfirmasi bahwa akta kelahiran asli tidak pernah diterima oleh otoritas Malaysia.
Sebaliknya, NRD menerbitkan salinannya sendiri berdasarkan informasi sekunder dan dokumen asing dari Argentina, Brasil, dan Spanyol.
Baca Juga: Frans Putros: Laga Irak Vs Indonesia akan Jadi Duel Bersejarah
NRD juga mengakui bahwa mereka tidak dapat memperoleh catatan tulisan tangan asli dan oleh karena itu menerbitkan salinan resmi berdasarkan bukti bahwa kelahiran telah terjadi.
Komisi mencatat bahwa pengakuan ini menunjukkan bahwa proses otentikasi otoritas Malaysia mungkin tidak didasarkan pada dokumen asli, yang menimbulkan pertanyaan tentang kecukupan proses verifikasi FAM.”
FIFA menyatakan: “Komite tidak dapat mengabaikan jenis pemalsuan ini karena melanggar prinsip-prinsip inti sepak bola, tidak hanya yang mengatur kelayakan pemain untuk tim nasional, tetapi juga nilai-nilai penting olahraga yang bersih dan fair play."
Komisi menekankan bahwa pengajuan dokumen palsu dengan tujuan lolos ke kompetisi tim nasional, secara sederhana dan jelas, merupakan bentuk penipuan, yang tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.”
Pada akhirnya, FIFA menyimpulkan: “Berdasarkan pertimbangan ini, Komite telah menyimpulkan tanpa keraguan bahwa para pemain adalah penerima manfaat utama dari penggunaan dokumen kelayakan yang dipalsukan dan, bersama dengan Asosiasi Sepak Bola Malaysia, mereka telah bersama-sama dan secara ilegal mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, sanksi ini pantas.”
Federasi Sepak Bola Malaysia saat ini sedang dalam proses banding.
Baca Juga: Menuju Laga Hidup-Mati, Timnas Indonesia Tunggu Keputusan Starter dari Kluivert
Jika banding tidak berhasil, mereka dapat menerima hukuman tambahan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan terpaksa kalah dalam dua pertandingan melawan Vietnam dan Nepal di kualifikasi Piala Asia 2027.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)