Atas dasar bukti tersebut, Garces resmi dicoret dari daftar pemain layak tampil di ajang internasional.
Enam pemain lainnya kini tengah diselidiki atas tuduhan serupa: menggunakan dokumen palsu atau memalsukan data leluhur demi mendapatkan status naturalisasi.
Baca Juga: Ganda Putra Malaysia Aaron/Soh Absen di Dua Turnamen Super 500, Ini Alasannya
FIFA menilai praktik ini sebagai bentuk penipuan terorganisir.
Jika terbukti, sanksi berat menanti FAM, mulai dari diskualifikasi di Kualifikasi Piala Asia 2027 hingga larangan tampil di kompetisi internasional.
AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) telah memberikan tenggat waktu hingga 31 Maret 2026 untuk penyelesaian kasus ini.
Baca Juga: Mikel Arteta Puji Performa Decline Rice yang Melengkapi Kemenangan Arsenal Saat Mengalahkan Burnley
Jika hasil investigasi FIFA final, Malaysia bisa dinyatakan kalah dalam laga melawan Vietnam dan Nepal, yang berpotensi menggugurkan mereka dari kualifikasi Piala Asia.
Di tengah tekanan publik, FAM tetap bersikeras tidak bersalah dan menyalahkan kesalahan teknis administratif.
Mereka menunjuk firma hukum Inggris, Charles Russell Speechlys, untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Baca Juga: Padatnya Jadwal Tak Jadi Masalah, Persib Bandung Justru Kian Solid
Namun, biaya banding mencapai 1,27 juta ringgit atau sekitar Rp5 miliar, membuat publik Malaysia skeptis dan menilai langkah itu hanya untuk menunda hukuman.
Krisis ini semakin panas setelah beredar foto Sekjen FAM, Noazman Rahman, berdiri di samping Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Gambar tersebut memicu kemarahan publik yang menuduh FAM menutupi fakta sebenarnya.
Baca Juga: Kumamoto Masters Japan 2025 Sepi Bintang, Ini Daftar Pemain yang Mundur