SportlinkNews - Kemenangan Benfica atas Real Madrid menjadi kemenangan yang fenomenal. Empat gol yang bersarang di gawang Real Madrid menjadi bukti kerja keras tim asuhan Jose Mourinho.
"Kemenangan ini bersejarah dan penting – terlebih lagi dari sudut pandang prestise," ujar Jose Mourinho yang pernah menjadi pelatih Real Madrid dari Mei 2010 hingga Juni 2013.
Mourinho mengatakan dirinya tidak mau mengambil risiko dengan kalah dihadapan pendukungnya. "Saya ingat menang atau kalah di menit-menit terakhir, itu pernah terjadi beberapa kali sebelumnya," kata Mourinho.
Baca Juga: Liga Champions: Gol Sensasional Trubin Lengkapi Penderitaan Real Madrid
"Tetapi dalam situasi di mana kami unggul, itu tidak cukup – lalu Anda berpikir itu sudah cukup, dan ternyata tidak."
"Anda harus mengubah keadaan dan mengambil risiko, karena pada akhirnya bola ini bisa saja membuat skor menjadi 3-3 dan kami tetap akan tersingkir," kata Mourinho.
Tentang perintahnya ke Anatoliy Trubin untuk meninggalkan gawang dan mengirimnya ke depan gawang Real Madrid, Mourinho memiliki perhitungan sendiri.
Baca Juga: Liga Champions: Brace Joao Pedro Bawa Chelsea Menangkan Laga di Kandang Napoli
Mourinho mengaku unggul 3-2 tidaklah cukup. "Saya mengirim Nico [Otamendi] ke depan, karena saya tidak bisa melakukan pergantian pemain lagi."
"Saat tendangan bebas datang, saya mengirim Trubin ke depan. Dahl tetap di belakang karena kemenangan selalu penting," jelasnya.
Mourinho menambahkan, ""Kami tahu dia bisa melakukannya. Kami tahu dia bisa melakukannya."
Baca Juga: Terinspirasi Knicks dan Seattle, Nate Robinson Luncurkan EQLZ 247 NXT Terbaru
"Kami kalah di Porto beberapa minggu yang lalu, dan di menit terakhir, dia maju, dan hampir mencetak gol. Jadi kami tahu bahwa pemain besar ini mampu melakukan ini."
Tentang aksinya mencetak gol ke gawang Real Madrid, Anatoliy Trubin menjelaskan pada awalnya dirinya tidak paham dengan perkataan dua rekannya.