SportlinkNews - Tensi diplomatik antara Teheran dan Washington kini memicu spekulasi mengenai peluang kembalinya Italia ke putaran final Piala Dunia 2026. Meskipun telah dinyatakan gagal lolos secara kompetitif, polemik status partisipasi Iran memberikan celah administratif yang tak terduga bagi Gli Azzurri.
Harapan ini muncul setelah FIFA secara resmi menolak permohonan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk merelokasi jadwal pertandingan mereka. Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan keberatan mendalam untuk bertanding di wilayah Amerika Serikat karena eskalasi konflik politik yang melibatkan kedua negara.
FIFA menegaskan seluruh rangkaian pertandingan akan tetap berjalan sesuai hasil undian tanpa adanya perubahan lokasi. FIFA juga menutup rapat peluang Meksiko sebagai tuan rumah alternatif bagi Iran guna menghindari kerumitan logistik yang berlebihan.
Baca Juga: Madura United FC Putus Tren Negatif Kalahkan Persik Kediri Pada Derby Jawa Timur
Status keberangkatan skuad Iran kini berada di titik nadir setelah permintaan mereka untuk memindahkan basis pertandingan ke wilayah Meksiko ditolak mentah-mentah. FIFA tetap menjadwalkan seluruh laga penyisihan grup Team Melli di berbagai kota Amerika Serikat.
Berdasarkan jadwal resmi, perjuangan Iran seharusnya dimulai pada 16 Juni melawan Selandia Baru di hadapan publik Amerika. Rangkaian pertandingan grup mereka kemudian berlanjut ke wilayah California untuk menghadapi Belgia, sebelum ditutup dengan laga kontra Mesir di Seattle.
Laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa otoritas sepak bola dunia kini mulai menggodok skenario darurat jika Iran benar-benar memutuskan untuk mundur. Skenario tersebut melibatkan penyelenggaraan turnamen play-off khusus bagi negara-negara yang sebelumnya gagal melewati babak kualifikasi reguler.
Baca Juga: Perkemi Kota Depok Unjuk Kekuatan dan Prestasi di Nomor Randori Kejurnas Shorinji Kempo
Rencana babak tambahan ini diproyeksikan akan diikuti oleh dua perwakilan dari zona Asia serta dua tim dari zona Eropa. Italia menjadi kandidat terkuat dari Benua Biru untuk mengisi slot tersebut karena memiliki peringkat FIFA tertinggi di antara tim yang tersingkir.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino sejauh ini masih berupaya meredam kekhawatiran publik mengenai potensi pengunduran diri salah satu peserta turnamen. Ia optimis bahwa koordinasi dengan pihak federasi serta pemain Iran tetap berjalan harmonis meski situasi politik di luar lapangan sangat memanas.
“Pertandingan akan dimainkan di tempat yang seharusnya, sesuai dengan hasil undian. Iran akan berada di Piala Dunia. Itulah mengapa kami di sini," katanya.
Baca Juga: Atletico Madrid Vs Barcelona: Yamal Berharap Comeback Keajaiban Terulang
“Saya telah melihat timnya, saya sudah berbicara dengan para pemain dan pelatihnya, jadi semuanya baik-baik saja,” ujar Infantino untuk meyakinkan publik.
Di sisi lain, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menegaskan dukungannya terhadap keputusan final yang telah diambil oleh pihak FIFA. “FIFA akhirnya memutuskan bahwa pertandingan tidak dapat dipindahkan dari tempat asalnya,” ujar Sheinbaum dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita AzerNEWS.