SportlinkNews - Langkah Gianni Infantino untuk mempertahankan takhta tertinggi di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mendapatkan suntikan kekuatan yang sangat signifikan. Dua raksasa sepak bola dunia, yakni konfederasi regional Afrika dan Asia, secara resmi menyatakan dukungan mereka bagi kepemimpinan pria asal Swiss tersebut.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memberikan sinyal hijau bagi Infantino untuk melanjutkan masa jabatan keempatnya. Komitmen ini muncul sebagai bentuk kepercayaan terhadap stabilitas organisasi di bawah kendali pria yang mulai menjabat sejak tahun 2016 itu.
Pernyataan dukungan bulat ini disampaikan oleh CAF sesaat sebelum gelaran Kongres FIFA yang berlangsung di Vancouver, Kanada. Melalui rilis resminya, konfederasi sepak bola di Benua Hitam tersebut sepakat untuk berada di barisan pendukung jika Infantino kembali mencalonkan diri.
Baca Juga: Persita Curi Poin di Bantul, Carlos Pena Puji Kedisiplinan Pendekar Cisadane
Tidak ketinggalan, AFC turut melontarkan janji serupa demi menjaga keberlanjutan program kerja yang tengah berjalan. Asia menilai kepemimpinan Infantino telah membawa dampak positif terhadap perkembangan infrastruktur dan kompetisi sepak bola di wilayah mereka.
Presiden AFC, Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menegaskan bahwa posisi FIFA saat ini berada dalam kondisi organisasi yang sangat sehat. Dukungan penuh pun diberikan agar Infantino dapat terus memimpin transformasi sepak bola global untuk periode mendatang.
“FIFA berada dalam posisi terbaiknya dan kami menawarkan dukungan penuh dan berkelanjutan kepada Infantino sebagai kandidat Presiden FIFA untuk periode 2027-2031,” kata Al Khalifa.
Baca Juga: Meski Menang atas Bhayangkara FC, Bojan Hodak Kritik Performa Persib di Awal Laga
Kesetiaan AFC terhadap sosok Infantino diklaim telah terbangun sejak masa transisi organisasi pasca-era kepemimpinan sebelumnya. "Sepak bola Asia selalu mendukungnya sejak terpilih pada tahun 2016,” sambung Al Khalifa memberikan penegasan atas loyalitas konfederasinya.
Secara kalkulasi politik olahraga, gabungan suara dari CAF dan AFC memegang peranan yang sangat krusial dalam mekanisme pemilihan. Kedua konfederasi besar ini menyumbangkan total 101 suara dari keseluruhan 211 suara sah yang diperebutkan di tingkat global.
Dominasi dukungan bagi Infantino sebenarnya sudah mulai terlihat sebelum deklarasi dari Afrika dan Asia muncul ke permukaan. Badan pengatur sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, telah lebih dulu merapatkan barisan dengan memberikan 10 suara tambahan bagi sang petahana.
Baca Juga: Debutan GT World Challenge Asia, Sean Gelael Asah Performa Lewat Simulasi dan Pit Stop
Infantino sendiri mulai menduduki jabatan puncak ini setelah skandal korupsi besar yang meruntuhkan rezim Sepp Blatter beberapa tahun silam. Kehadirannya saat itu dianggap sebagai sosok pembaharu yang mampu memulihkan citra FIFA dari bayang-bayang kasus hukum dan penyelewengan.
Kepercayaan anggota FIFA terhadap kinerjanya terbukti sangat stabil melalui hasil pemilihan pada periode-periode sebelumnya. Ia tercatat berhasil memenangkan kembali mandat kepemimpinan melalui proses pemilihan yang demokratis pada tahun 2019 dan 2023.