Montella yang mantan pemain penyerang mencatatkan 20 penampilan bersama Timnas Italia dan mencetak 141 gol dalam 286 pertandingan Serie A.
Montella juga yang berhasil meraih gelar Scudetto bagi Roma pada musim 2001.
Montella memulai karier kepelatihannya di akademi Roma pada 2009 sebelum menjadi pelatih kepala dua tahun kemudian.
Baca Juga: Nyaris Dipermalukan Mesir, Belgia Bermain Imbang 1-1 di Grup G Piala Dunia 2026
Ia kemudian bergabung dengan Adana Demirspor setelah melatih AC Milan, Fiorentina, dan Sevilla.
Performanya sebagi pelatih meninggalkan kesan yang kuat hingga akhirnya menggantikan Stefan Kuntz sebagai pelatih kepala Turki dua tahun kemudian.
Montella kini terintegrasi dengan baik dan dihormati oleh para penggemar. Saking menyatunya dengan Timnas Turki, “Saya merasa seperti orang Turki dan berpikir seperti orang Turki,” ujarnya.
Baca Juga: Pelatih Spanyol Ungkap Penyesalan Ditahan Debutan Tanjung Verde, Tapi Tetap Bela Yamal
Gaya Permainan
Turki mengandalkan gaya permainan berbasis penguasaan bola yang dinamis dengan transisi vertikal yang sangat cepat.
Formasi andalannya yaitu 4-2-3-1. Formasi ini dipilih karena dinilai paling ideal untuk memaksimalkan potensi dua bintang muda mereka, Arda Guler dan Kenan Yildiz, serta memberikan kestabilan di lini tengah.
Namun terkadang Montella kerap mengubah struktur menjadi 4-1-3-2 atau menggunakan taktik false nine tergantung pada karakteristik tim lawan.
Dengan penguasaan bola yang dinamis, Turki dapat memainkan kontrol ritme permainan dalam membangun serangan dari bawah.
Ketika menguasai bola di sepertiga akhir lapangan, Turki mencari celah untuk melakukan tusukan secara vertikal dan cepat ke gawang lawan.