SportlinkNews - Tim nasional Inggris harus puas berbagi satu angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana dalam laga kedua Grup L Piala Dunia 2026.
Laga ketat yang berlangsung di Boston Stadium pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB tersebut menjadi bukti sahih betapa kokohnya organisasi pertahanan wakil Afrika dalam meredam agresivitas lini serang Eropa.
Sejak menit pertama bergulir, skuad Three Lions langsung mengambil inisiatif serangan dengan mengurung barisan pemain Ghana jauh di dalam area pertahanan mereka sendiri.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Sadio Mane, Tauladan
Skuad Inggris mencoba segala cara untuk membongkar rapatnya barisan belakang lawan melalui variasi aliran bola pendek dari kaki ke kaki yang mendominasi jalannya laga.
Memasuki menit keenam, pelanggaran keras Kwasi Sibo terhadap Noni Madueke di sisi kanan memberikan hadiah tendangan bebas yang dieksekusi oleh Declan Rice, meski bola akhirnya dapat disapu dengan mudah oleh barisan pertahanan Gana.
Tim berjuluk The Black Stars tersebut sempat mencoba keluar dari tekanan lewat aksi individu Marvin Senaya, sebelum akhirnya Elliot Anderson dengan sigap membayangi pergerakan itu hingga membuahkan tendangan gawang.
Baca Juga: Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Lazio
Inggris kembali mendapatkan peluang emas lewat eksekusi tendangan bebas jarak dekat Declan Rice pada menit ke-14 yang sayangnya masih melambung tipis di atas mistar gawang Bejamin Asare.
Selang dua menit kemudian, benturan kepala antara Harry Kane dan Nathaniel Adjetey sempat membuat kubu Inggris cemas, meski sang kapten akhirnya bisa bangkit untuk melanjutkan laga.
Dominasi total Inggris kian terlihat menjelang menit ke-19 setelah catatan statistik penguasaan bola mereka sempat menyentuh angka ekstrem hingga 88 persen.
Baca Juga: Ruben Amorim Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Baru untuk AC Milan, Pemain Lama Dievaluasi
Namun, momentum tersebut terpaksa terhenti sejenak pada menit ke-21 setelah James Trafford dan Jordan Ayew terlibat benturan kepala yang sangat keras di dekat garis tengah lapangan.