internasional

Piala Dunia 2026 Dibayangi Kontroversi Wasit, Konsistensi VAR Dipertanyakan

Rabu, 8 Juli 2026 | 22:27 WIB
Wasit Francois Letexier dianggap untungkan Argentina saat melawan Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026.

SportlinkNews - Aroma kontroversi terus membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Di tengah persaingan menuju gelar juara, perhatian publik justru banyak tertuju pada keputusan-keputusan wasit yang dinilai inkonsisten, bahkan setelah dibantu teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Memasuki fase perempat final, kritik terhadap kualitas pengadilan pertandingan semakin menguat.

Baca Juga: Lionel Messi Tak Pernah Rela Alami Kekalahan

Sejumlah federasi, mantan pemain, hingga pengamat sepak bola mempertanyakan standar penerapan aturan yang dianggap berbeda dalam situasi serupa.

Kondisi tersebut membuat FIFA diminta bertanggung jawab dan melakuka evaluasi menyeluruh terhadap performa perangkat pertandingan.

Perdebatan terbaru muncul ketika FIFA menunjuk tim wasit asal Argentina untuk memimpin laga perempat final antara Prancis dan Maroko.

Baca Juga: PSSI Bangun Mimpi Piala Dunia dari Grassroot, Festival U-10 dan U-12 Piala Presiden Jadi Fondasi

Facundo Tello dipercaya menjadi wasit utama, didampingi Juan Pablo Belatti dan Gabriel Chade sebagai asisten wasit, sementara Dario Herrera bertugas sebagai ofisial keempat dan Cristian Navarro sebagai wasit cadangan.

Secara regulasi, penunjukan itu tidak menyalahi aturan karena Argentina tidak menjadi peserta pertandingan.

Namun, keputusan tersebut memicu reaksi dari sebagian pendukung Prancis yang menilai FIFA kurang mempertimbangkan aspek psikologis mengingat rivalitas Argentina dan Prancis masih menyisakan tensi sejak final Piala Dunia 2022.

Baca Juga: Zlatko Dalic Lepas Jabatan dari Pelatih Kroasia

Meski demikian, kontroversi terbesar sejauh ini terjadi pada laga babak 16 besar antara Argentina dan Mesir yang dipimpin wasit asal Prancis, Francois Letexier.

Dalam pertandingan itu, gol Mesir yang dicetak Mostafa Zico dibatalkan setelah VAR menemukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal proses serangan.

Saat Enzo Fernandez mencetak gol untuk Argentina, Mesir memprotes dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah dan tarikan kepada pemain mereka di kotak penalti. Kendati demikian, VAR tidak melakukan review.

Baca Juga: Tim Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Piala Dunia Bekal Menuju Asian Games 2026

Perbedaan perlakuan terhadap dua situasi itu langsung memicu gelombang protes. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengirim surat resmi kepada FIFA untuk meminta investigasi terhadap Letexier beserta tim wasit yang bertugas.

EFA juga meminta agar perangkat pertandingan tersebut tidak lagi ditunjuk memimpin pertandingan selama sisa turnamen.

Pelatih Mesir Hossam Hassan menilai timnya dirugikan oleh keputusan-keputusan krusial wasit.

Baca Juga: Persib Rekrut Dua Pelatih Kroasia untuk Menghadapi Musim Kompetisi 2026/27

Bahkan, mantan penyerang Argentina Claudio Lopez berpendapat Mohamed Salah seharusnya mendapatkan hadiah penalti sebelum gol ketiga Argentina tercipta.

Pandangan serupa disampaikan legenda Inggris Alan Shearer. Menurutnya, konsistensi menjadi persoalan utama karena dua insiden yang memiliki kemiripan justru menghasilkan keputusan berbeda.

"Kalau yang satu dianggap pelanggaran, maka yang lain juga harus dianggap pelanggaran. Kalau tidak, keduanya seharusnya tetap dibiarkan," ujar Shearer, seperti dikutip dari BBC.

Baca Juga: Daratkan Topskor Liga 1 Alex Martins, Persebaya Surabaya Borong Empat Pemain Asing

Nama Letexier sendiri bukan kali pertama menjadi pusat perhatian.

Halaman:

Tags

Terkini

Lionel Messi Tak Pernah Rela Alami Kekalahan

Rabu, 8 Juli 2026 | 22:16 WIB

Inggris vs Norwegia Terancam Badai Petir

Rabu, 8 Juli 2026 | 10:25 WIB