SportlinkNews - Tim panjat tebing Indonesia terus mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026 dengan memanfaatkan rangkaian seri Piala Dunia sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus mengukur perkembangan atlet.
Hasil positif yang diraih pada IFSC World Climbing Series 2026 ini akan menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menghadapi multievent olahraga se-Asia di September mendatang.
Indonesia menutup penampilan di Krakow dengan torehan empat medali, termasuk satu medali emas.
Baca Juga: Marc Marquez Bidik Kemenangan Grand Prix Jerman di Sachsenring Demi Mengejar Poin
Capaian tersebut dinilai bukan sekadar prestasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi persaingan menuju multievent terbesar di Asia.
Sekretaris Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai hasil positif di World Climbing Series Krakow menjadi modal penting bagi tim nasional.
Capaian tersebut, imbuhnya, diharapkan mampu meningkatkan motivasi atlet sebelum tampil pada World Climbing Series Chamonix yang berlangsung pada 10-12 Juli.
Baca Juga: Ulangan Semifinal Qatar, Prancis Waspadai Transisi Mematikan
Menurutnya, dua seri kejuaraan dunia yang diikuti secara beruntun merupakan bagian dari program uji coba internasional yang telah disusun sebagai persiapan menuju Asian Games 2026.
"Alhamdulillah beberapa medali berhasil kita raih. Tentunya ini menjadi poin penting bagi para atlet untuk menambah kepercayaan diri," ujar Pristiawan, Rabu, 8 Juli 2026.
"Semoga di seri berikutnya di Chamonix kita juga bisa meraih hasil maksimal sebagai bagian dari perjalanan try out menuju Asian Games."
Baca Juga: Daratkan Topskor Liga 1 Alex Martins, Persebaya Surabaya Borong Empat Pemain Asing
Pada seri Chamonix, Indonesia menurunkan sepuluh atlet. Tujuh atlet akan tampil di nomor speed, sedangkan tiga atlet lainnya akan bersaing di nomor lead.
FPTI berharap nomor lead kembali mampu menyumbangkan medali setelah Putra Tri Ramadani atau Srondeng sukses merebut medali emas pada World Climbing Series Praha 2026 di Republik Ceko beberapa waktu lalu.
Wahyu optimistis performa atlet Indonesia di nomor speed tetap terjaga, sementara sektor lead mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
Baca Juga: Inter Miami Dikabarkan Kepincut dengan Aksi Kiper Tanjung Verde Vozinha
"Semoga di Chamonix nomor lead kembali bisa berbicara. Saat ini kita sudah mulai bergembira karena lead telah melahirkan juara melalui Srondeng. Harapannya speed tetap maksimal dan lead juga mampu memberikan hasil terbaik," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pristiawan menegaskan seluruh rangkaian seri dunia yang dijalani tim nasional bukan hanya mengejar prestasi jangka pendek, tapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan performa menuju Asian Games 2026.
FPTI berharap tren positif yang terus dibangun sepanjang musim dapat mencapai puncaknya saat Indonesia tampil di ajang Asian Games.
Baca Juga: Badai Penyakit Hantam Skuad Norwegia Jelang Laga Kontra Inggris
"Target utama kami adalah meraih hasil maksimal di Asian Games. Karena itu, setiap seri kejuaraan dunia yang diikuti menjadi bagian penting dari proses persiapan menuju target tersebut," imbuh Pristiawan menegaskan.
Artikel Terkait
Timnas Panjat Tebing Siap Rebut Tiket Asian Games di Kejuaraan Asia 2026
16 Atlet Panjat Tebing Indonesia di Kejuaraan Asia 2026
Atlet Panjat Tebing Indonesia Dilirik Turki, FPTI Pastikan Loyalitas Tetap untuk Merah Putih
Fokus Mental dan Chemistry, Galar Pandu Asmoro Ubah Pendekatan Timnas Panjat Tebing
Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik Emas di World Climbing Series Krakow