SportlinkNews - Kelakuan Presiden FIFA Gianni Infantino belakangan ini kerap menuai kontroversi. Terakhir, mengenai rencana Infantino untuk menjual saham Piala Dunia kepada kelompok entitas swasta.
Sontak, proposal itu mendapat penolakan dan kecaman keras dari berbagai elemen sepak bola dunia, mulai dari UEFA, Concacaf, dan AFC.
Bahkan seluruh 55 negara anggota UEFA telah sepakat untuk memboikot kompetisi FIFA selama proposal FIFA tetap aktif.
Baca Juga: Banjir Kecaman, Infantino Batalkan Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA
Itu berarti negara-negara besar termasuk Jerman, Perancis, Inggris dan juara dunia Spanyol tidak akan berpartisipasi di Piala Dunia putra atau putri selama proposal Infantino untuk menjual saham di turnamen tersebut masih ada.
Kecaman lain yang tidak kalah keras juga datang dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang menyebut proposal rencana Infantino itu sebagai saran yang keterlaluan.
Andy Burnham, yang merupakan pemimpin Partai Buruh, menjadi pemimpin pertama di sebuah negara besar yang meminta Infantino mundur.
Baca Juga: Josko Gvardiol Perpanjang Kontrak dengan Manchester City Hingga 2031
Ketika ditanya tentang rencana kontroversial FIFA pada hari Jumat (31/7/2026) Burnham mengatakan, “Pandangan saya semakin kuat – ini adalah saran yang keterlaluan."
"Gagasan bahwa hal ini bisa diajukan, dalam pandangan saya, menunjukkan bahwa [presiden] FIFA adalah orang yang salah untuk memimpin organisasi ini."
Burnham, yang merupakan penggemar berat Everton, sebelumnya telah mengecam usulan Infantino melalui media sosialnya.
Baca Juga: Newcastle United Kehilangan Pelatih, Proses Perekrutan Pelatih Baru dalam Tahap Lanjutan
"Izinkan saya mengatakan ini secara langsung. Sepak bola bukan milik investor. Itu milik orang-orang yang memenuhi tribun dan yang berdiri di pinggir lapangan minggu demi minggu, hujan atau cerah,” kata Burnham.
“Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Ini adalah kompetisi terbesar di dunia olahraga, dan tidak pernah ada yang menjualnya."