internasional

FIGC Tidak Lagi Dukung Gianni Infantino Jadi Presiden FIFA

Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:53 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino.

SportlinkNews - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mencabut dukungan terhadap Gianni Infantino yang berencana maju kembali sebagai Presiden FIFA. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk protes terbuka atas kebijakan serta wacana komersialisasi sepak bola yang digulirkan badan tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Sikap penolakan tersebut ditegaskan langsung Presiden FIGC Giovanni Malago di hadapan media. Keputusan ini dipicu kekecewaan mendalam atas wacana penjualan saham Piala Dunia meski pada akhirnya rencana tersebut batal direalisasikan.

"Federasi Sepak Bola Italia telah memutuskan untuk menarik dukungan bagi pencalonan Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA," kata Malago dilansir dari Sky Sports.

Baca Juga: Arema FC Terus Perbaiki Permainannya, Marcos Santos: Kami akan Jauh Lebih Baik Lagi

"Kami akan terus bekerja sama dengan UEFA dan asosiasi-asosiasi Eropa lainnya untuk mempromosikan gagasan sepak bola yang berlandaskan pada prestasi dan keberlanjutan, dengan menempatkan penggemar sebagai pusat perhatian," Malago menambahkan.

Peta persaingan menuju kursi tertinggi organisasi sepak bola dunia diprediksi makin memanas menjelang hari pemungutan suara. Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 mendatang di Maroko.

Infantino dilaporkan masih berambisi kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai penguasa otoritas sepak bola global. Pria berusia 56 tahun tersebut bakal kembali menggalang dukungan dari berbagai konfederasi.

Baca Juga: Alfharezzi Buffon Pindah ke Dewa United dengan Status Pinjaman

Rekam jejak kepemimpinan pria berkebangsaan Swiss tersebut di tataran tertinggi FIFA sejatinya telah berlangsung cukup lama. Infantino pertama kali menduduki kursi Presiden FIFA pada 2016 lalu untuk menggantikan posisi Sepp Blatter.

Dominasi kepemimpinannya terus berlanjut tanpa perlawanan berarti dalam dua periode pemilihan berikutnya secara beruntun. Namun, manuver terbarunya kini memicu keretakan hubungan dengan sejumlah federasi kuat di Eropa.

Gagasan kontroversial mengenai penjualan saham Piala Dunia menjadi titik balik merosotnya kepercayaan federasi anggota terhadap Infantino. Wacana komersialisasi turnamen terakbar tersebut dinilai telah mencoreng reputasi kepemimpinannya di mata publik dunia.

Baca Juga: Persebaya Tutup Pemusatan Latihan di Thailand, Kondisi Fisik Pemain Kembali Prima

Gelombang kritik tajam terus berdatangan dari berbagai kalangan yang menolak keras komersialisasi berlebihan dalam olahraga. Banyak pihak mengecam bahwa sepak bola sebagai olahraga universal tidak boleh dijadikan semata-mata sebagai ajang komersil.

Selain isu penjualan saham, FIFA di bawah arahan Infantino juga menuai kecaman keras akibat padatnya kalender kompetisi. Pembentukan dan perluasan berbagai turnamen baru dianggap melampaui batas kemampuan fisik para atlet.

Halaman:

Tags

Terkini

Vietnam Dominasi Penghargaan ASEAN Champsionship 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:45 WIB