Kekerasan fisik menurutnya jauh melampaui batas kewajaran protes atau adu argumen yang biasa terjadi dalam sebuah pertandingan. Sportivitas tetap menjadi harga mati yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pemain tanpa terkecuali.
Baca Juga: Indra Kartasasmita Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Legendaris Shorinji Kempo
"Ini adalah masalah serius. Protes itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Tidak boleh terjadi lagi itu dalam sepak bola," ungkapnya.
Pernyataan tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh talenta muda agar tetap mengedepankan etika di atas keinginan untuk menang. Masa depan sepak bola Indonesia sangat bergantung pada karakter para pemain yang kini sedang meniti karier di kompetisi junior.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Kekerasan di EPA U-20, Dewa United Tempuh Jalur Hukum
PSSI Desak Komdis Jatuhi Sanksi Berat Pelaku Tendangan Kungfu di EPA U-20
Nova Arianto Kecam Aksi Tendangan Kungfu di EPA U-20
Imbas Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Didepak dari Timnas Indonesia U-20
Sesali Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Minta Maaf dan Siap Terima Sanksi