Buntut Tendangan Kungfu Fadly Alberto, Mauricio Souza Soroti Karakter Pemain Muda

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 22 April 2026 | 18:13 WIB
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengaku tidak memikirkan revalitas di Super League 2025/2026, ia hanya fokus pada gelar juara musim ini.   (IG Persija)
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengaku tidak memikirkan revalitas di Super League 2025/2026, ia hanya fokus pada gelar juara musim ini. (IG Persija)

Kekerasan fisik menurutnya jauh melampaui batas kewajaran protes atau adu argumen yang biasa terjadi dalam sebuah pertandingan. Sportivitas tetap menjadi harga mati yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pemain tanpa terkecuali.

Baca Juga: Indra Kartasasmita Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Legendaris Shorinji Kempo

"Ini adalah masalah serius. Protes itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Tidak boleh terjadi lagi itu dalam sepak bola," ungkapnya.

Pernyataan tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh talenta muda agar tetap mengedepankan etika di atas keinginan untuk menang. Masa depan sepak bola Indonesia sangat bergantung pada karakter para pemain yang kini sedang meniti karier di kompetisi junior.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X