I.League Kerek Dana Kontribusi Klub Super League 2026/27 Jadi Rp 27 Miliar

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menjelaskan tentang kompetisi baru liga putri, Indonesia Women's League (IWF) yang akan mulai bergulir 17 Oktober hingga 31 Januari 2027.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menjelaskan tentang kompetisi baru liga putri, Indonesia Women's League (IWF) yang akan mulai bergulir 17 Oktober hingga 31 Januari 2027.

SportlinkNews - I.League menaikkan alokasi dana kontribusi bagi seluruh klub Super League untuk musim 2026/27. Setiap kontestan dipastikan mengantongi dana sebesar Rp27 miliar guna menyokong operasional dan kedalaman skuad.

Peningkatan nominal pada musim mendatang tercatat sangat signifikan apabila dibandingkan dengan alokasi pada periode sebelumnya. Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengonfirmasi adanya lonjakan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk setiap kontestan.

Kepatuhan atas besaran dana kontribusi ini telah disepakati bersama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) I.League yang digelar di Jakarta pada Rabu (26/8). Modal finansial yang lebih tebal ini diharapkan mampu mendorong jajaran manajemen klub dalam merancang tim yang tangguh.

Baca Juga: Arema FC Terus Perbaiki Permainannya, Marcos Santos: Kami akan Jauh Lebih Baik Lagi

"Subsidi masih sama seperti musim yang lalu ya, tetapi yang kami berikan sesungguhnya naik. Naik atau lebih besar ya, yang awalnya Rp19 miliar kemudian kali ini kami memberikan sebesar Rp27 miliar," kata Ferry.

Pihak operator kompetisi sampai saat ini memang belum menguraikan perincian pembagian dana tersebut secara mendalam kepada publik. Apabila merujuk pada mekanisme musim-musim sebelumnya, besaran nominal tersebut umumnya berkedudukan sebagai fixed contribution yang dibagikan secara merata.

I.League biasanya juga menerapkan skema variable contribution dengan besaran nominal yang bervariasi bagi tiap peserta. Kalkulasi pembagian dana tersebut dipengaruhi oleh hak siar berdasarkan perolehan rating televisi, posisi klasemen akhir, hingga pemenuhan kriteria lisensi klub.

Baca Juga: Alfharezzi Buffon Pindah ke Dewa United dengan Status Pinjaman

Ferry menegaskan angka Rp27 miliar tersebut murni bersifat dana kontribusi pokok tanpa syarat tambahan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi setiap klub untuk mengumpulkan pundi-pundi finansial lebih banyak melalui skema variable contribution.

Pihak I.League memastikan transparansi penyaluran dana tersebut agar dapat diserap secara optimal oleh seluruh manajemen tim. "Nah, kemudian ini (dana kontribusi Rp27 miliar) sudah tidak adaaling-alinglagi nih," ujarnya.

Selain itu, I.League turut menyiapkan dana stimulus tambahan bagi klub yang berkomitmen memberdayakan deretan pemain muda di lapangan. Kebijakan insentif ini dihadirkan sebagai langkah taktis usai dihapuskannya regulasi wajib memainkan pemain U-23 minimal 45 menit.

Baca Juga: Persebaya Tutup Pemusatan Latihan di Thailand, Kondisi Fisik Pemain Kembali Prima

Format baru ini dirancang untuk merangsang keberanian para pelatih dalam memberikan kesempatan tampil kepada talenta muda potensial. "Regulasi pemain U-23 memang dihapus. Kemudian, penggantinya akan diberikan insentif bagi klub-klub yang menggunakan pemain-pemain U-23 dengan menit bermain secara gradual," ucapnya.

"Kalau kita melihat benchmark dari klub-klub di luar, sekarang usia emas-nya sudah betul-betul bergeser. Kita lihat yang namanya Dony Tri Pamungkas masih muda, 20 (tahun), tapi Lamine Yamal lebih muda lagi," tuturnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X