SportlinkNews - Gelandang Persib Bandung Marc Klok mengonfirmasi rencana keberangkatannya ke Amerika Serikat untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan Piala Dunia 2026. Pemain bernomor punggung 23 tersebut menjadwalkan kunjungan ini di sela-sela masa libur kompetisi domestik yang panjang.
Agenda perjalanan lintas benua ini sengaja diambil demi merasakan langsung atmosfer kompetisi sepak bola paling megah sejagat. Klok memastikan persiapan logistik untuk terbang ke negara tuan rumah sudah dimatangkan secara personal.
Pilihan destinasi Klok tertuju ke wilayah Florida karena kota tersebut menjadi salah satu pusat penyelenggaraan pertandingan. Kehadiran mantan penggawa Persija Jakarta ini di stadion diharapkan mampu memberikan suntikan motivasi baru sebelum kembali berlatih.
Baca Juga: Kubo Cedera Saat Lawan Belanda, Jepang Menanti Hasil Pemeriksaan Medis
Berdasarkan bagan resmi FIFA, Stadion Hard Rock di Miami memang menggelar rangkaian pertandingan krusial fase grup pada pekan depan. Kepastian jadwal tersebut tampaknya menjadi momentum utama bagi Klok untuk merealisasikan rencana liburannya.
"Saya akan datang ke Miami dan menonton satu pertandingan Piala Dunia secara langsung minggu depan," kata Klok dikutip laman resmi klub.
Meskipun merahasiakan detail laga spesifik yang akan ditonton, Klok dipastikan telah memegang akses masuk ke tribune stadion. Langkah liburan ini menjadikannya salah satu pemain di Super League yang paling aktif memantau dinamika sepak bola global.
Sebagai pesepak bola profesional, perhatian Klok tidak hanya tertuju pada persiapan perjalanan pribadinya ke Amerika Serikat saja. Ia juga secara aktif memantau peta kekuatan dari negara-negara kontestan lain yang tengah bersaing ketat di sana.
"Kalau soal Piala Dunia saya dukung Belanda. Tapi saya juga menikmati pertandingan tim lain seperti Maroko, Prancis, dan Spanyol," ucapnya.
Sebagai pemain yang lahir di Negeri Kincir Angin, kesetiaan Klok terhadap skuad De Oranje memang tidak perlu diragukan lagi. Kendati demikian, pandangan profesionalnya tetap terbuka luas dalam mengapresiasi kualitas taktik dari tim nasional negara lain.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Akui Skuad Brasil Sempat Cemas dan Gugup
Pergelaran akbar edisi kali ini sendiri mencatatkan sejarah baru karena menerapkan regulasi penambahan kuota kepesertaan secara besar-besaran. Sebanyak 48 negara kini bertarung sengit untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di bawah naungan resmi FIFA.
Sistem kolaborasi tiga negara antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai fondasi utama kesuksesan operasional turnamen ini. Format baru tersebut terbukti sukses mendongkrak minat beli tiket dari para suporter di seluruh penjuru dunia.