Tottenham Terancam Degradasi, Tren Buruk Seret Spurs ke Zona Bawah Premier League

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 03:46 WIB
Bagaimana jadwal sisa Liga Premier Tottenham dibandingkan dengan lawan-lawan yang berisiko degradasi di Premier League 2025-2026? (Catherine Ivill/Getty Images)
Bagaimana jadwal sisa Liga Premier Tottenham dibandingkan dengan lawan-lawan yang berisiko degradasi di Premier League 2025-2026? (Catherine Ivill/Getty Images)

SportlinkNews – Musim yang semula diharapkan membawa stabilitas justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Tottenham Hotspur.

Serangkaian hasil buruk membuat klub London Utara itu kini terjebak dalam persaingan sengit menghindari degradasi di Premier League 2025–2026.

Kekhawatiran tersebut semakin terasa setelah kekalahan menyakitkan dari Crystal Palace pada awal Maret.

Baca Juga: Raymond/Nikolaus Tak Mau Terbebani Status Wakil Terakhir Indonesia di All England 2026

Dalam pertandingan tersebut, Spurs sempat memimpin lewat gol Dominic Solanke, namun situasi berubah drastis setelah bek Micky van de Ven melakukan pelanggaran yang berujung kartu merah.

Dalam waktu singkat, Tottenham kebobolan tiga gol dan akhirnya kalah 1–3.

Hasil tersebut memperpanjang tren negatif tim asuhan Igor Tudor. Sepanjang tahun 2026, Spurs hanya mampu meraih empat poin dari 11 pertandingan liga.

Baca Juga: Ana/Trias Akui Agresivitas Lawan Jadi Faktor Kekalahan di Perempat Final All England 2026

Catatan itu membuat posisi mereka terus merosot dan kini berada sangat dekat dengan zona degradasi.

Persaingan untuk bertahan di kasta tertinggi Inggris pun semakin ketat.

Spurs saat ini harus bersaing dengan beberapa tim lain seperti Leeds United, Nottingham Forest, dan West Ham United yang juga berusaha menjauh dari ancaman turun kasta.

Baca Juga: Persija Masih Percaya Diri Kejar Gelar Musim Ini

Secara matematis, jadwal sisa Tottenham sebenarnya tidak sepenuhnya berat. Mereka masih akan menjalani beberapa laga kandang penting melawan Forest dan Leeds yang bisa menjadi penentu nasib di akhir musim.

Namun, sejumlah pertandingan tandang terlihat sangat menantang, termasuk kunjungan ke markas Liverpool FC di Anfield serta laga terakhir musim ini di kandang Chelsea FC.

Sementara itu, Leeds dinilai memiliki jadwal yang relatif lebih ringan.

Baca Juga: CAS Tolak Banding FAM, Tujuh Pemain Keturunan Malaysia Tetap Disanksi

Tim asuhan Daniel Farke bahkan menunjukkan peningkatan performa setelah mengubah formasi menjadi tiga bek, membuat mereka tampak lebih stabil dibanding rivalnya di papan bawah.

Di sisi lain, Nottingham Forest dan West Ham memang menghadapi jadwal yang lebih berat. Meski demikian, kedua tim dinilai tampil dengan kepercayaan diri lebih tinggi dibanding Tottenham yang sedang kesulitan menemukan konsistensi.

Analisis superkomputer dari Opta juga menunjukkan situasi yang semakin mengkhawatirkan bagi Spurs.

Baca Juga: Ronaldo Absen Sementara, Al Nassr Kirim Sang Kapten Jalani Terapi di Madrid

Setelah pergantian pelatih dari Thomas Frank ke Igor Tudor, peluang Tottenham terdegradasi meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya sekitar empat persen, kini kemungkinan mereka turun ke divisi kedua mencapai 16,1 persen.

Potensi degradasi tersebut akan menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah liga modern.

Sejak berdirinya Premier League pada 1992, beberapa klub besar memang pernah terjatuh dari kasta tertinggi, tetapi Tottenham dikenal sebagai salah satu tim yang relatif stabil di papan atas.

Baca Juga: Fermin Aldeguer Bersiap Kembali ke Arena Balap, Bidik GP Brasil sebagai Debutnya Musim Ini

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Sports Illustrated

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X