Ana/Trias Akui Agresivitas Lawan Jadi Faktor Kekalahan di Perempat Final All England 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 02:45 WIB
Permainan agresif lawan diakui ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menjadi faktor kekalahan mereka di babak perempat final All England 2026, Jumat, 6 Maret 2026.  (PBSI)
Permainan agresif lawan diakui ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menjadi faktor kekalahan mereka di babak perempat final All England 2026, Jumat, 6 Maret 2026. (PBSI)

SportlinkNews - Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, mengakui permainan agresif lawan menjadi faktor kekalahan mereka pada babak perempat final All England Open 2026.

Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Jumat, 6 Maret 2026, mereka takluk dari pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Meski kalah, Febriana mengaku tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan dengan kondisi sehat walaupun hasil yang diraih belum sesuai harapan. Ia menilai pasangan Malaysia tampil lebih menekan sejak awal pertandingan.

Baca Juga: Trump Sambut Lionel Messi dan Inter Miami di Gedung Putih

Menurutnya, pada gim pertama lawan langsung bermain agresif sehingga membuat mereka kesulitan menjalankan pola permainan yang telah disiapkan.

Beberapa pengembalian bola juga dinilai kurang akurat sehingga memberi keuntungan bagi pasangan Malaysia.

"Dari gim pertama mereka langsung menyerang. Kami sebenarnya sudah punya pola yang disiapkan, tapi kadang-kadang pengembalian bolanya kurang akurat. Dibanding pertemuan sebelumnya, hari ini mereka juga mempercepat tempo permainan," ujarnya.

Baca Juga: Tak Masalah Latihan Malam, Federico Barba Ikuti Ritme Persib Saat Ramadan

Meski harus terhenti di perempat final, Febriana menilai pertandingan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga bagi dirinya dan Trias untuk meningkatkan performa di turnamen berikutnya.

"Banyak hal yang bisa kami ambil hari ini. Kami jadikan pelajaran ke depan dan pengalaman untuk terus berproses lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, Trias menyoroti jalannya gim kedua yang sempat memberikan peluang bagi pasangan Indonesia. Mereka sempat memimpin perolehan poin, tetapi gagal mempertahankan momentum hingga akhir pertandingan.

Baca Juga: Dewa United Optimistis Balikkan Keadaan pada Leg Kedua 8 Besar AFC Challenge League

"Di gim kedua kami sempat unggul, tapi setelah itu malah jadi terlalu hati-hati mainnya. Kami kalah berani dengan mereka," katanya kemudian.

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri langkah Febriana/Trias di All England 2026, sekaligus menutup perjuangan Indonesia di sektor ganda putri pada turnamen BWF Super 1000 tersebut.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X