Raymond/Nikolaus Tak Mau Terbebani Status Wakil Terakhir Indonesia di All England 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 02:56 WIB
Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tidak ingin terbebani dengan status sebagai satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa di All England Open 2026.  (PBSI)
Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tidak ingin terbebani dengan status sebagai satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa di All England Open 2026. (PBSI)

SportlinkNews - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tidak ingin terbebani dengan status sebagai satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa di All England Open 2026.

Pasangan muda tersebut justru memilih fokus menikmati kesempatan tampil di semifinal turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.

Raymond/Nikolaus berhasil memastikan tempat di empat besar setelah mencatatkan kemenangan mengejutkan atas unggulan ketiga pada babak perempat final di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca Juga: Tak Masalah Latihan Malam, Federico Barba Ikuti Ritme Persib Saat Ramadan

Dengan hasil tersebut, harapan Indonesia untuk meraih gelar di ajang BWF World Tour Super 1000 itu kini bertumpu pada pasangan muda tersebut.

Raymond mengaku sangat bersyukur bisa melangkah hingga semifinal, mengingat tampil di All England merupakan salah satu impian setiap atlet bulu tangkis.

"Puji Tuhan pastinya senang bisa melaju ke semifinal All England. Ini salah satu tujuan atlet bulu tangkis untuk bermain di sini. Saya tidak sabar merasakan atmosfer semifinal dan ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia," ucapnya.

Baca Juga: Langgar Kode Etik, Karl Gloria Tak Lanjutkan Musim Bersama Satria Muda

Dalam pertandingan sebelumnya, ia menilai kunci kemenangan mereka adalah kepercayaan diri serta kemampuan menjalankan strategi yang telah disiapkan tim pelatih.

Raymond dan Joaquin juga berusaha tampil lebih agresif dengan mencari peluang menyerang sejak awal.

"Kami lebih percaya pada diri sendiri dan menjalankan instruksi pelatih untuk lebih banyak mencari dan melakukan serangan," kata Raymond.

Baca Juga: La Liga Gelar Retro Matchday Perdana, Klub Kenakan Seragam Ikonik Masa Lalu

Meski kini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di turnamen tersebut, Raymond menegaskan bahwa ia dan rekannya tidak ingin menjadikan situasi tersebut sebagai tekanan.

"Tekanan sebagai satu-satunya wakil Indonesia di semifinal pasti ada, tetapi kami tidak mau menjadikannya sebagai beban," tambahnya.

Sementara itu, Nikolaus Joaquin mengaku tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Meski demikian, ia dan Raymond bertekad membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.

Baca Juga: CAS Tolak Banding FAM, Tujuh Pemain Keturunan Malaysia Tetap Disanksi

"Tidak menyangka bisa lolos sampai semifinal. Tapi kami ingin membuktikan kepada semua yang meragukan bahwa kami bisa," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sejak awal pertandingan mereka selalu menanamkan keyakinan bahwa peluang menang selalu terbuka. Hal itu yang membuat mereka jauh termotivasi. 

"Hari ini kami bertanding dengan mindset bahwa kedua pasangan punya kesempatan yang sama untuk menang," kata Joaquin.

Baca Juga: Persija Masih Percaya Diri Kejar Gelar Musim Ini

"Kami juga memang ingin melawan para senior yang berada di atas kami. Saat kesempatan itu datang, kami berusaha melakukan yang terbaik."

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X