SportlinkNews - Nama Cesc Fabregas, kini menjadi komoditas panas di bursa manajerial klub-klub elite Eropa setelah sukses memoles performa Como. Ia santer diberitakan bakal segera kembali ke Liga Primer Inggris untuk menduduki kursi kepelatihan salah satu mantan klubnya.
Fabregas berhasil mencuri perhatian publik sepak bola dunia setelah membawa Como promosi ke kasta tertinggi Serie A pada tahun 2024. Tidak hanya sekadar numpang lewat, ia juga membuktikan kapasitasnya dengan menjaga tim tersebut tetap bersaing di level tertinggi kompetisi Italia.
Pada musim 2025/26 ini, kejutan yang dihadirkan oleh pria asal Spanyol tersebut semakin menjadi-jadi dengan menempatkan Como dalam jalur perburuan tiket Liga Champions. Ambisi besar tersebut kini berada di depan mata asalkan Como mampu mengakhiri kompetisi di posisi empat besar klasemen akhir.
Baca Juga: Persita Curi Poin di Bantul, Carlos Pena Puji Kedisiplinan Pendekar Cisadane
Persaingan menuju kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut kini melibatkan duel sengit antara Como dengan raksasa Italia, Juventus. Saat ini, Como masih tertinggal tiga poin dari Si Nyonya Tua dengan koleksi 61 poin dari 34 pertandingan yang telah dijalani.
Berdasarkan laporan terbaru dari Sky Sports, keberhasilan Fabregas di Italia telah memicu ketertarikan serius dari dua raksasa LIga Primer, Arsenal dan Chelsea. Kedua klub tersebut dikabarkan tengah memantau situasi sang pelatih yang dinilai memiliki filosofi permainan modern dan sangat atraktif.
Faktor sejarah menjadi alasan kuat mengapa Arsenal dan Chelsea sangat bernafsu untuk memulangkan pria berusia 38 tahun tersebut ke London. Sebagaimana diketahui, Fabregas pernah menjadi ikon di Arsenal pada periode 2004-2011 sebelum akhirnya meraih kesuksesan bersama Chelsea pada 2014-2019.
Baca Juga: Meski Menang atas Bhayangkara FC, Bojan Hodak Kritik Performa Persib di Awal Laga
Meskipun secara kontrak Fabregas masih terikat komitmen dengan Como hingga musim panas 2028, spekulasi kepindahannya tetap sulit untuk diredam. Manajemen Como diyakini tidak akan memberikan hambatan berarti apabila sang manajer memutuskan untuk mengambil tantangan baru di Inggris.
Informasi dari lingkaran terdekat sang pelatih menyebutkan bahwa Fabregas memiliki kecenderungan lebih besar untuk memilih Arsenal ketimbang kembali ke Stamford Bridge. Keputusan ini kabarnya didasari oleh stabilitas klub yang dirasa jauh lebih baik di Stadion Emirates dalam beberapa musim terakhir.
Kondisi internal di Chelsea saat ini dinilai terlalu rumit bagi pelatih yang mengedepankan proses pembangunan tim secara berkelanjutan. Skuad The Blues yang sangat gemuk dan didominasi pemain muda dianggap memerlukan waktu adaptasi yang sangat sulit bagi manajer baru mana pun.
Baca Juga: Debutan GT World Challenge Asia, Sean Gelael Asah Performa Lewat Simulasi dan Pit Stop
Intervensi yang terlalu kuat dari pemilik klub, Todd Boehly, juga menjadi pertimbangan khusus bagi Fabregas dalam menentukan destinasi karier selanjutnya. Hal ini berkaca pada nasib Enzo Maresca yang secara mengejutkan tetap didepak meskipun sudah berhasil mempersembahkan dua trofi bagi klub.
Arsenal dipandang sebagai tempat yang lebih ideal bagi Fabregas untuk menerapkan ide-ide briliannya dalam memimpin skuad di lapangan hijau. Dukungan penuh dari manajemen dan basis suporter yang kuat di London Utara menjadi daya tarik utama yang sulit untuk ditolak.
Artikel Terkait
Como 2-1 Roma: Fabregas Kecam Gasperini atas Ketidakhormatan
Duka Cesc Fabregas untuk Bos Como 1907, Michael Bambang Hartono
Cesc Fabregas Melirik Real Madrid Castilla
Unggul 2-0, Inter Berbalik Tekuk Como, Fabregas Tak Bisa Marah
Como Izinkan Cesc Fabregas Latih Chelsea