SportlinkNews - Manchester City akan saling bentrok dengan Chelsea dalam laga perebutan takhta juara Piala FA 2025/26. Pertandingan final yang diprediksi berjalan sengit tersebut digelar di Stadion Wembley pada Sabtu (16/5) malam WIB.
Di atas kertas, armada besutan Pep Guardiola memang jauh lebih diunggulkan untuk keluar sebagai pemenang dalam laga krusial ini. Kendati demikian, fokus Manchester City dipastikan terbelah lantaran kompetisi domestik lain yang tidak kalah penting sudah menanti.
Jika berhasil mengangkat trofi juara Piala FA malam ini, Erling Haaland dan kolega dipastikan tidak memiliki waktu senggang untuk berpesta. Skuad Manchester City langsung dihadapkan pada rentetan laga penentu lainnya dalam upaya perburuan gelar juara Liga Primer musim ini.
Baca Juga: Pedro Acosta Catat Hasil Menyenangkan Bagi KTM di GP Catalunya
Guardiola harus memimpin pasukannya untuk menyapu bersih kemenangan pada laga tersisa melawan Bournemouth dan Aston Villa. Langkah menyapu bersih poin penuh tersebut menjadi harga mati demi menjaga asa mereka untuk meraih gelar juara Liga Primer.
Selain diwajibkan meraih poin penuh, nasib akhir perburuan gelar juara liga bagi Manchester City juga sangat bergantung pada tim lain. The Citizens harus berharap Arsenal menelan kekalahan atau terpeleset di sisa laga demi memuluskan jalan menuju tangga juara.
"Di akhir musim, kelelahan selalu ada. Mental, fisik, semuanya. Kami sudah istirahat tiga hari dan sekarang tiga hari lagi, dan setelah menang atau kalah, target utama adalah mandi cepat, kembali ke Manchester dan tidur karena hari Senin kami harus terbang ke Bournemouth," kata Guardiola dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Jalani Laga Kandang Terakhir Musim Ini Malut United Siapkan Strategi Jitu Redam Persita
Jadwal super padat di penghujung musim kompetisi ini diakui sangat menguras kondisi fisik serta psikologis dari seluruh anggota tim. Pengaturan waktu pemulihan kondisi pemain kini menjadi prioritas utama bagi staf kepelatihan demi menghindari risiko cedera massal.
"Itulah jadwalnya. Bayangkan - bahkan jika kami memenangkan pertandingan (melawan Chelsea) kami tidak bisa merayakannya. Kami harus segera pulang untuk mempersiapkan final lainnya di Bournemouth. Inilah yang terjadi saat ini di sepakbola modern, sayangnya, tetapi memang begitulah adanya," ucapnya.
Pernyataan tegas mantan pelatih Barcelona tersebut mengonfirmasi bahwa profesionalisme yang tinggi sangat dituntut dari anak asuhnya dalam situasi genting ini. Euforia kemenangan dari Piala FA harus segera ditekan demi target yang jauh lebih masif di depan mata.
Baca Juga: Antusias Tinggi Duel Persik Kediri vs Persija dapat Tambahan Kuota 3.000 Tiket
Di sisi lain, kubu Chelsea dipastikan tidak akan memberikan kemudahan begitu saja bagi ambisi besar yang diusung oleh Manchester City. The Blues diprediksi bakal tampil habis-habisan guna mengamankan satu-satunya trofi yang bisa diraih musim ini.
Bagi Chelsea, merengkuh trofi Piala FA menjadi jalur paling realistis untuk bisa mengamankan tiket kelolosan ke kompetisi Eropa musim depan. Target tersebut dinilai jauh lebih masuk akal untuk dikejar dalam satu laga final ketimbang harus berjuang lewat jalur klasemen Liga Primer.
Artikel Terkait
Chelsea Butuh Keajaiban untuk Tumbangkan Manchester City
Sajian 101 Kontribusi Gol Phil Foden Kunci Manchester City Jaga Asa Juara
PSG dan Manchester City Pantau Situasi Federico Valverde di Madrid
Manchester City Kembali Kuasai Persaingan Pemain Muda Terbaik Premier League
Jadwal Pertandingan Pekan ke-37 Liga Primer, Rivalitas Arsenal dan Manchester City Makin Tajam