"Itu salah satu gol terbaik saya, dengan kaki kiri saya juga," ujar Defoe. Gol Defoe mengamankan kemenangan kelima Sunderland atas Newcastle dan mereka berhasil menghindari degradasi.
2. Aksi gemilang Borini di menit-menit akhir – Oktober 2013
Selebrasi ikonik Fabio Borini menerangi derby Tyne-Wear di awal musim 2013/14. Penyerang yang dipinjamkan dari Liverpool itu masuk dari bangku cadangan tepat ketika pertandingan tampaknya akan berakhir imbang.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, David Beckham Makin Cuan
Borini muncul dengan gol kemenangan enam menit sebelum pertandingan berakhir, melepaskan tembakan keras ke sudut kanan atas gawang. Tendangan dari jarak 22 yard. Striker itu kemudian merayakan golnya dengan gaya khasnya, yaitu menggigit tangannya.
"Selebrasi itu adalah sesuatu yang saya lakukan bersama teman-teman saya ketika saya masih di tim junior Chelsea," jelas Borini suatu kali.
"Saya melakukannya pertama kali saat mencetak gol di Swansea dan semua orang menyukainya. Hal yang sama terjadi di Roma," kata Borini.
Baca Juga: Pelatih Manchester United Soroti Kepemimpinan Wasit, Michael Carrick: Dia Jelas Salah!
3. Aksi seluncur lutut Di Canio – April 2013
Di Canio hanya bertahan enam bulan dan 13 pertandingan sebagai manajer Sunderland. Tetapi tidak ada pendukung Black Cats yang akan pernah melupakan pertandingan keduanya sebagai pelatih.
Sunderland sedang dalam rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan dan berada di tengah-tengah perjuangan menghindari degradasi ketika mereka tiba di St James' Park, tempat mereka belum pernah menang dalam 13 tahun.
Baca Juga: Lawan Portugal dan Belgia, Meksiko Panggil Kiper Veteran Usia 40 Tahun
Lalu, apa yang terjadi selanjutnya cukup luar biasa, karena tim asuhan Di Canio menghancurkan Newcastle 3-0 – kemenangan derby pertama dari enam kemenangan beruntun bagi tim Wearsiders.
Dan justru sang pelatih asal Italia itulah yang membuat momen tersebut semakin berkesan dengan selebrasi hebohnya di pinggir lapangan.
Yang paling terkenal adalah caranya merayakan gol kedua Sunderland. Di Canio berlari menyusuri garis pinggir lapangan dan meluncur di atas rumput dengan lututnya, meninggalkan noda rumput di jas abu-abu rancangannya.