Dari Kamp Musim Panas di Connecticut hingga Camp Nou: Rodri dan Mimpi yang Membentang Selama 16 Tahun

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:52 WIB
Rodri mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026.
Rodri mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026.

Untuk pertandingan semifinal melawan Jerman yang berlangsung pada siang hari, para pelatih membuat pengecualian dan mengizinkannya menonton lewat laptop Garrecht-Williams— sesuatu yang jarang diperbolehkan di tempat yang sengaja menjauhkan para peserta kemah dari segala perangkat elektronik.

Myles Smith, teman satu tendanya, menceritakan bahwa mereka berdua dengan cepat menjadi akrab meski sempat terkendala bahasa di awal; mereka memasak dan mengerjakan tugas-tugas kemah bersama.

Rodri yang saat itu berat badannya kurang dari 45 kg—selalu memukau para pelatih setiap kali ia turun ke lapangan.

Baca Juga: Rodri Tebar Ambisi Begitu Tiba di Barcelona

"Jika dia mengalahkanku dalam permainan, aku masih bisa mengangkat dan menggendongnya pergi," seloroh Garrecht-Williams, mengenang postur tubuh mungil mantan anak didiknya itu.

Tak seorang pun di perkemahan tahu bahwa Rodri sudah terdaftar sebagai pemain akademi Atletico sampai ia sendiri yang mengakuinya, meskipun ia masih mengenakan atribut berlogo klub tersebut.

Baginya, musim panas itu hanyalah jeda langka sebelum sepak bola menjadi karier seumur hidupnya—sesuatu yang, menurut ungkapan seorang teman kemahnya, ibarat "agama" bagi pemuda asal Spanyol itu.

Pada hari tim nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010, Rodri berlarian di sekitar area perkemahan dengan senyum yang tak henti-hentinya mengembang.

Baca Juga: Carrick Tak Punya Daya Tarik Magis, Carragher Ragukan Peluang Juara Manchester United

Saat kegiatan di pantai hari itu, ia menirukan gaya para bintang timnas: ketika berdiri di depan gawang saat adu penalti, ia memperkenalkan diri sebagai kapten sekaligus kiper Iker Casillas; saat mencetak gol, ia berubah peran menjadi Iniesta.

Rodri kembali mengikuti perkemahan musim panas ini selama dua tahun berturut-turut— pada tahun 2011 sebagai peserta, dan pada tahun 2012, saat berusia 16 tahun, sebagai sukarelawan.

Impian itu pun menjadi kenyataan.
Enam belas tahun kemudian, juga di tanah Amerika, Rodri berdiri di tengah stadion di New Jersey sebagai kapten timnas Spanyol. Kali ini, tidak ada televisi kecil maupun peserta kemah yang mengerumuninya.

Di hadapannya terbentang puluhan ribu penonton, dan di tangannya tergenggam Bola Emas sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Kembali ke Barcelona, Sergio Busquets Rintis Karier Kepelatihan

Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu untuk meraih gelar juara Piala Dunia kedua mereka. Rodri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen (Man of the Cup) versi FIFA setelah tampil sebagai sosok sentral dalam sistem permainan tim.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tanpa Penyerang Murni, Barcelona Pesta Gol di Elche

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Mourinho Membela Vinicius dari Tindakan Perundungan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Prediksi Elche vs Barcelona: Ambisi Juara Bertahan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Rodri Tebar Ambisi Begitu Tiba di Barcelona

Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:58 WIB
X