Rodri tiba di Etihad pada tahun 2019 dan menjadi bagian krusial dari periode paling sukses dalam sejarah klub. Ia memenangkan empat gelar Liga Premier, dua Piala FA, tiga Piala Liga, dan Liga Champions 2023.
Rodri mencetak gol kemenangan di final Liga Champions tersebut, sekaligus berkontribusi pada pencapaian treble bersejarah Man City.
Kembali ke Spanyol pada usia 30 tahun, Rodri tidak sekadar berganti seragam. Ia menempati posisi yang selalu dipandang istimewa oleh Barcelona: gelandang bertahan—sosok penghubung yang mengatur tempo dan melindungi lini pertahanan, sebuah peran yang pernah dikuasai dengan sempurna oleh Sergio Busquets.
Baca Juga: Johann Zarco Mulai Berlatih dengan Pembalap Reli Dakar
Di Camp Nou, ia juga akan kembali terhubung—setidaknya dalam benaknya—dengan mantan mentornya, Pep Guardiola, melalui warisan taktis yang ditinggalkan sang pelatih bagi sepak bola Catalan.
Ia juga akan bertemu kembali dengan rekan-rekan setimnya di timnas Spanyol yang sudah lebih dulu berada di sana—Pedri, Gavi, Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Pau Cubarsi — sosok-sosok yang berdiri bersamanya di podium Piala Dunia hanya beberapa pekan yang lalu.
Ada sebuah foto yang masih disimpan oleh direktur kamp, Chris Garrecht-Williams. Dalam foto itu, Rodri tampak sedang berbaring di atas pasir, mengenakan kacamata hitam besar, dengan sebuah bola di sampingnya.
Itu adalah potret seorang remaja berusia 14 tahun di tengah musim panas Connecticut, jauh sebelum dunia mengenalnya. "Mungkin saat itu dia sedang bermimpi," ujar Garrecht-Williams mengenang momen tersebut.
Baca Juga: Arsenal Rilis Nomor Punggung Pemainnya untuk Liga Primer Musim 2026/27
Rodri mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Dari sekadar menonton televisi darurat di Connecticut hingga tampil di panggung Piala Dunia di New Jersey.
Dari seorang bocah yang bermain sebagai Casillas dalam adu penalti di kamp pelatihan hingga menjadi kapten Spanyol yang mengangkat trofi Piala Dunia.
Dari talenta muda di Atletico Madrid hingga menjadi juara Liga Champions, pemenang Ballon d'Or, dan peraih Golden Ball Piala Dunia.
Baca Juga: Jonatan Susul Alwi ke 32 Besar Kejuaraan Dunia 2026
Kini, pandangan Rodri tertuju pada Camp Nou. Barcelona bukanlah mimpi baru baginya. Mungkin ini adalah mimpi yang telah lama tersimpan dalam perjalanan kariernya, hanya menunggu saat yang tepat untuk terwujud.
Dan jika sepak bola benar-benar merupakan sebuah agama bagi Rodri—seperti yang pernah dikatakan oleh teman lamanya dari kamp musim panas di Connecticut—maka Camp Nou mungkin menjadi tempat suci terakhir yang ingin ia kunjungi.
Artikel Terkait
Alasan di Balik Penolakan Rodri Sulit Dilupakan Penggemar Real Madrid
Isenmulang Kalteng FC Gulung Barito Putera di Laga Uji Coba, Sang Pelatih Catat Beberapa Titik Lemah
Legenda Salahkan Keputusan Real Madrid Usai Rodri Pilih Gabung Barcelona
Srikandi Merdeka Cup 2026: Garuda Pertiwi Sempurna, Malaysia Geser Hong Kong ke Semifinal
Comeback Dramatis Antar Persib Juara Dewata Challenge Series 2026