SportlinkNews - Timnas voli putra Indonesia tinggal selangkah lagi mempertahankan gelar juara SEA V League 2026.
Skuad Merah Putih sukses melangkah ke partai puncak usai menyingkirkan Vietnam dengan kemenangan tiga set langsung pada babak semifinal di Filipina, Sabtu malam, 18 Juli.
Indonesia menutup pertandingan dengan skor 25-22, 25-20, 25-22.
Baca Juga: Piala Liga Dimulai 3 November 2026, Laga Fase Grup Dimainkan di Hari Kerja
Hasil tersebut mengantarkan Farhan Halim dan kawan-kawan ke partai final untuk menghadapi Kamboja yang secara mengejutkan menumbangkan Thailand 3-1 di semifinal lainnya.
Perjalanan Indonesia menuju final tidak berlangsung mudah. Vietnam mampu memberikan tekanan sejak awal pertandingan melalui servis-servis keras yang membuat penerimaan bola pertama Indonesia kurang maksimal.
Kondisi itu membuat Merah Putih sempat tertinggal lima poin pada set pembuka.
Baca Juga: Japan Open 2026: Fajar/Fikri Berburu Gelar Super 750 Perdana, Tantang Juara Bertahan di Final
Selain itu, sejumlah kesalahan servis juga membuat Indonesia kesulitan mengejar perolehan angka. Namun, perubahan strategi yang diterapkan tim pelatih menjadi titik balik kebangkitan Merah Putih.
Indonesia mulai mengurangi kesalahan sendiri dan tampil lebih tenang dalam menerima servis sehingga mampu membalikkan keadaan untuk merebut set pertama 25-22.
Keberhasilan tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Indonesia tampil lebih terorganisasi pada set kedua dengan mengandalkan servis-servis terarah yang mampu mengganggu ritme permainan Vietnam.
Baca Juga: Japan Open 2026: Sukses Atasi Jagoan Tuan Rumah, Fajar/Fikri Kembali ke Final Super 750
Dominasi itu berlanjut hingga Merah Putih mengamankan set kedua 25-20.
Vietnam berusaha memperpanjang pertandingan pada set ketiga. Namun, konsistensi permainan Indonesia kembali menjadi pembeda.
Merah Putih mampu menjaga keunggulan hingga menutup laga dengan kemenangan 25-22 sekaligus memastikan tiket ke final.
Baca Juga: Waspadai Karakter Militan Argentina, Rodri Minta Spanyol Jangan Terlena Catatan Apik
Asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widayanto, mengakui Vietnam menjadi salah satu lawan terberat yang dihadapi timnya pada turnamen ini.
"Dari materi pemain, Vietnam termasuk salah satu tim terkuat. Kemampuan individunya merata dan mereka mempunyai sistem blok yang bagus," ucap Nur.
Ia mengatakan tekanan servis Vietnam sempat menyulitkan Indonesia membangun pola serangan pada awal pertandingan.
Baca Juga: Respons Foto Ikonik Bareng Bayi Lamine Yamal, Lionel Messi Tak Menyangka
"Pada poin-poin awal set pertama, kami sulit membangun serangan karena servis mereka cukup kuat. Penerimaan bola kami juga belum bagus sehingga sempat tertinggal beberapa poin," katanya.
Menurut Nur, tim pelatih kemudian meminta para pemain memperbaiki penerimaan bola pertama dan mengurangi kesalahan servis. Instruksi tersebut berhasil mengubah jalannya pertandingan.
"Memasuki pertengahan set, kami berusaha mengurangi kesalahan servis dan memperbaiki penerimaan bola pertama. Para pemain menjalankannya dengan baik sehingga kami bisa mengejar dan memenangi set pertama," tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Akhiri AVC U-18 2026 dengan Peringkat Sembilan Asia
Pada set kedua, Indonesia menerapkan strategi khusus dengan mengarahkan servis kepada pemain andalan Vietnam bernomor punggung 17. Taktik tersebut terbukti efektif mengganggu organisasi permainan lawan.
"Pada set kedua, servis kami arahkan kepada pemain andalan mereka yang mengenakan nomor 17," tutur Nur.
"Strategi itu berhasil mengganggu konsentrasinya. Penerimaan bolanya memburuk dan situasi tersebut ikut menurunkan mental tim Vietnam secara keseluruhan," tambahnya.
Artikel Terkait
Usai Tiga Kekalahan Beruntung, Timnas Voli Putri Siap Bangkit di Seri Kedua SEA V League 2025
Timnas Voli Putri Takluk Lagi dari Thailand, Kekalahan Keempat di SEA V League 2025
PBVSI Panggil 16 Pemain Timnas Voli Putra untuk AVC Nations Cup dan SEA V League
Usai AVC Cup, Timnas Voli Putra Fokus Kejar Gelar SEA V League 2026
Indonesia ke Semifinal SEA V League 2026, Mampu Membaca Pola Lawan Jadi Kunci