SportlinkNews - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menanggapi ancaman sanksi yang dikeluarkan Komite Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) terhadap Indonesia menyusul penolakan atlet Israel untuk bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.
IOC menilai tindakan Indonesia telah merampas hak atlet untuk berkompetisi secara damai dan menghalangi Gerakan Olimpiade dalam menampilkan kekuatan olahraga.
Melalui rapat Dewan Eksekutif secara daring pekan ini, IOC memutuskan sejumlah langkah tegas, termasuk menunda penyelenggaraan kompetisi internasional di Indonesia.
Baca Juga: Marc Marquez Dipastikan Mengakhiri Perjalanan Balapnya Lebih Cepat Musim Ini
Menunda dialog dengan NOC Indonesia terkait Olimpiade dan Youth Olympic Games, serta merekomendasikan federasi internasional menunda penyelenggaraan event di Indonesia sampai pemerintah menjamin akses tanpa diskriminasi.
IOC juga meminta NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) hadir di markas IOC di Lausanne untuk membahas situasi ini.
Menanggapi keputusan tersebut, Menpora Erick menegaskan bahwa pemerintah tetap berpegang pada prinsip hukum nasional dan keamanan publik.
Baca Juga: PSM Makassar Tunjuk Pelatih Baru Asal Eropa Gantikan Bernardo Tavares
"Kami melakukan langkah ini untuk menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik dalam setiap penyelenggaraan event internasional," ujar Erick.
Erick menambahkan bahwa kebijakan pemerintah dilandasi oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk UUD 1945, serta kondisi bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Pihaknya memahami bila keputusan ini membawa konsekuensi. Tapi Erick mengaku tidak khawatir.
Baca Juga: Tim Sambo DKI Jakarta Raih Empat Emas Lampaui Target di PON Bela Diri 2025
"Selama Indonesia tidak dapat menerima kehadiran Israel, IOC memutuskan Indonesia tidak dapat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia, event Olimpiade, Youth Olympic Games, dan kegiatan lain di bawah payung Olimpiade," ucapnya.
"Namun, kami tetap berkomitmen mempersiapkan blueprint pembangunan olahraga nasional dan berperan aktif di berbagai ajang olahraga internasional," tegas Ketua Umum PSSI itu menambahkan.
Menpora Erick menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat 17 cabang olahraga unggulan serta membangun pusat latihan tim nasional.
Baca Juga: Bawa PSIM Menang di Kandang, Nermin Haljeta: Seharusnya Kami Bisa Cetak Gol Lebih Banyak
"Olahraga Indonesia akan terus menjadi duta dan cerminan kedigdayaan bangsa di mata dunia," pungkas Erick.
Artikel Terkait
Rumor Timnas U-23 Indonesia Gantikan Israel di Olimpiade 2024 Akhirnya Terjawab, Begini Kata IOC
Indonesia Juara Umum World Pencak Silat Championship, Berharap Pencak Silat Diakui IOC dan Masuk Olimpiade
NOC Indonesia Ajukan Proposal Bidding Youth Olympic 2030 ke IOC
Erick Thohir: Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Federasi Senam Israel di CAS
IOC Rekomendasikan Tidak Ada Acara Olahraga Internasional di Indonesia Setelah Melarang Atlet Israel