SportlinkNews - Persiapan Indonesia menghadapi SEA Games 2025 di Thailand akhir tahun ini kini menghadapi tantangan serius.
Bukan soal teknis atau kesiapan atlet, melainkan karena keterbatasan anggaran yang berpotensi memangkas drastis jumlah atlet yang bisa diberangkatkan.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan, kebutuhan dana ideal untuk mengirim sekitar 900-1.000 atlet mencapai Rp45–65 miliar. Namun, hingga kini anggaran yang tersedia hanya Rp10 miliar.
Baca Juga: Jordi Amat Akui PSM Makassar Layak Menang, Persija Jakarta Perlu Evaluasi Besar
Kondisi itu membuat Indonesia kemungkinan hanya mampu mengirimkan sekitar 120 atlet, jumlah terkecil sepanjang sejarah keikutsertaan di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
"Dengan alokasi saat ini, jelas tidak mungkin kita bisa berangkat dengan kekuatan penuh. Kalau hanya 120 atlet, target yang realistis pun akan berubah. Padahal, di edisi sebelumnya kita bisa konsisten di posisi tiga besar, bahkan sempat juara umum saat menjadi tuan rumah," kata Erick usai rapat bersama Komite Olimpiade (NOC) Indonesia di Menara Olahraga Senayan, Jakarta, Senin, 22 September 2025.
Situasi ini berpotensi mengorbankan 41 nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi lumbung emas Indonesia, mulai dari wushu, karate, hingga balap sepeda.
Baca Juga: Pujian Jan Olde Riekerink untuk Ricky Kambuaya Usai Lawan PSBS Biak
Kehilangan peluang di cabang-cabang tersebut membuat prediksi perolehan medali emas Indonesia bisa merosot signifikan.
Jika edisi lalu Indonesia mampu merebut 87 emas dengan kekuatan 599 atlet dan menutup ajang di posisi ketiga, kali ini target tersebut kali ini terancam melorot ke peringkat lima atau enam.
Erick menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mencari solusi cepet. Ini mengingat SEA Games tinggal dua bulan lagi.
"Jangan sampai prestasi kita turun hanya karena anggaran. Kami berharap ada ruang fleksibilitas agar kontingen Merah Putih bisa tampil dengan kekuatan yang lebih representatif," ujarnya.
Baca Juga: PSM Makassar Akhiri Tren Negatif, Persija Jakarta Jadi Korban
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, turut menekankan bahwa kepastian anggaran harus segera diberikan agar persiapan bisa berjalan lebih terarah.
"Kalau hanya Rp10 miliar, jelas tidak mungkin kita mengirim 900 atlet. Biasanya anggaran SEA Games bisa lima sampai enam kali lipat dari angka itu. Jadi, kepastian dana ini harus ada sebelum kita bicara soal target medali," tegas Okto
Menyadari tantangan tersebut, Okto menyebut pihaknya akan terus berusaha mencari terobosan agar kontingen Merah Putih tetap bisa tampil lebih besar.
Baca Juga: Jay Idzes dkk. Gagal Bawa Poin, Sassuolo Masih di Papan Bawah Serie A
Salah satu opsi adalah menjalin komunikasi dengan sponsor melalui Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono.
Kendati demikian, Okto mengingatkan bahwa dukungan sponsor tidak bisa sepenuhnya diandalkan karena terbentur aturan.
"Tim Indonesia memang berupaya mencari tambahan lewat sponsor, tetapi ada batasan regulasi. Kalau atlet tidak terdaftar di Kemenpora, justru bisa berbenturan dengan mekanisme anggaran dan itu jadi sangat berisiko," tukasnya menjelaskan.