olimpik

Pemerintah Tekankan Target Medali, Evaluasi Cabang dan Atlet SEA Games Dimulai Pekan Depan

Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:29 WIB
Jumpa pers Menpora Erick Thohir terkait dengan pengiriman kontingen ke-SEA Games 2025 Thailand, di Kemenpora, Rabu, 16 Oktober kemarin malam. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Menpora Erick Thohir menegaskan, pekan depan akan digelar evaluasi bersama KOI dan pengurus cabang olahraga untuk memverifikasi cabang dan atlet berpotensi meraih emas di SEA Games 2025 Thailand

"Kita ingin semua atlet yang dikirim punya target jelas, bukan sekadar dikirim saja. Pemerintah memberi kepercayaan penuh, dan kita tidak mau ini dianggap hanya sekadar mengirim atlet tanpa sasaran," tegasnya kepada media di Kemenpora, Rabu, 16 Oktober 2025 malam. 

Menurutnya ini adalah bentuk tanggung jawab atas bertambahnya anggaran SEA Games yang awalnya hanya Rp10 miliar untuk 120 atlet, kini bertambah menjadi Rp60 miliar untuk mengirimkan 700-800 atlet ke Thailand nanti.

Baca Juga: Suporter Israel Dilarang Menonton Pertandingan Melawan Aston Villa di Liga Europa

Mengingat di atas kertas baru 32 medali emas yang terdeteksi. Sementara untuk bisa minimal mempertahankan peringkat seperti 2023 lalu di Kamboja, Indonesia harus bisa mendapatkan 80-92 medali emas.

Sehingga, pihaknya menginginkan seluruh pihak yang mengirimkan atletnya itu memiliki target jelas, punya misi yang sama, yakni minimal menggolkan peringkat tiga tersebut. 

Sejauh ini, Kemenpora belum menentukan jumlah pasti cabang olahraga dan atlet yang akan diberangkatkan ke Thailand. Dari review terakhir secara jumlah cabang, tidak berubah masih 41 cabor sementara ini. 

Baca Juga: Mbappe Punya Pacar Baru, Mantan Gebetan Pemain Real Madrid

Terkait dengan cabor yang ingin mengirimkan atletnya secara mandiri bila nantinya terkena degradasi oleh tim review. Erick mengatakan pihaknya belum membuka opsi tersebut. 

"Bukan tidak boleh, tetapi itu akan berpengaruh dengan konsekuensi finansial dan aturan bonus nantinya. Kalau mandiri, konsekuensinya harus saklek, sebab bonus tidak bisa dijamin tanpa kebijakan Presiden," ujarnya.

Lalu yang jadi pertanyaan kemudian, bagaimana kalau ternyata yang mandiri hasilnya lebih bagus dibandingkan yang dikirimkan oleh pemerintah. Itu yang menurut Erick, harus dibicarakan lagi dengan cabang-cabang olahraga. 

Baca Juga: Suporter Israel Dilarang Menonton Pertandingan Melawan Aston Villa di Liga Europa

"Kan ada DBON dengan 14 cabang prioritas, nah itu nanti akan berlaku promosi-degradasi nanti. Kita bisa terbuka, jadi tidak ada masing-masing punya agenda yang lain," tukasnya. 

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Tags

Terkini