olimpik

Kejuaraan Dunia Senam 2025 Jadi Barometer Kekuatan ASEAN Jelang SEA Games

Senin, 20 Oktober 2025 | 23:25 WIB
Pesenam muda Indonesia, Joseph Judas Hatoguan yang baru saja sembuat dari sakitnya, berusaha mengejar poin bagi Indonesia, Jakarta, 20 Oktober 1981 (JAGOC)

SportlinkNews – Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta, 19-26 Oktober ini salah satu cara untuk meninjau peta kekuatan pesenam ASEAN mulai terbentuk jelang SEA Games 2025.

Meski level kejuaraan dunia jauh di atas kawasan Asia Tenggara, performa para atlet dari Indonesia, Filipina, dan Thailand menunjukkan bahwa kawasan ini mulai mampu menembus persaingan global.

Bintang Filipina Carlos Edriel Yulo kembali tampil gemilang di nomor senam lantai dan kuda-kuda lompat. Ia mencatat nilai 14.566 di lantai dan 14.750 di kuda-kuda lompat, mengungguli sejumlah atlet dunia.

Baca Juga: Pertarungan Brutal, Paulie Malignaggi Alami Buta Sebelah Mata

Sementara Thailand dan Indonesia juga menunjukkan perkembangan signifikan di ajang yang sama.

Bagi Indonesia, hasil Kejuaraan Dunia menjadi bahan evaluasi sekaligus ukuran kesiapan menghadapi SEA Games.

Pelatih tim nasional, Ferrous One Willyodac, menilai komposisi peserta SEA Games kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan para pesenam yang tampil di Jakarta.

“Memang secara rilis resmi pesertanya belum ada, tapi menurut pengalaman, yang dipersiapkan di Kejuaraan Dunia ini kemungkinan besar juga akan tampil di SEA Games. Mungkin ada pengurangan, mungkin juga tidak,” ujarnya.

Baca Juga: Viktor Axelsen Angkat Suara soal Servisnya yang Diprotes Shi Yu Qi di Denmark Open 2025

Ferrous juga mengungkapkan bahwa di nomor senam lantai, Abiyu Raffi masih berada di posisi ketiga di antara pesenam ASEAN, berada di bawah wakil Filipina dan Thailand.

Sementara di palang tunggal, Abiyu mencatat nilai tertinggi di kawasan setelah Carlos Yulo tidak turun di nomor tersebut.

Pelatih senior sekaligus legenda senam Indonesia, Jonatan Sianturi, menilai hasil Kejuaraan Dunia menjadi bukti bahwa pesenam muda Indonesia mulai mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara.

“Abiyu, Satria, dan Agung berpotensi tampil di nomor individual SEA Games. Beberapa nomor, Abiyu punya peluang besar. Satria juga masih butuh penyempurnaan,” jelasnya.

Baca Juga: PON Bela Diri 2025: DKI dan Kaltim Dominasi

Jonatan menegaskan bahwa potensi para atlet muda ini sangat besar jika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kalau dilatih berkesinambungan, mereka bisa bersaing bahkan sampai kualifikasi Olimpiade 2028. Senam itu tidak bisa instan, harus terpantau maksimal dan ada fase latihan yang jelas,” tuturnya.

Menurut Jonatan, Agung Suci Tantio Akbar juga berpeluang tampil di SEA Games pada nomor per alat, sementara secara keseluruhan Indonesia menunjukkan perkembangan positif.

Baca Juga: Alex Pereira Rebut Sabuk Juara, Jiri Prochazka Ungkap Alasan Tak Terkejut

“Kalau mereka tampil maksimal, di level ASEAN ini mereka tidak kalah. Kalau pun ada kesalahan atau jatuh, itu hal yang wajar. Semua pesenam dunia pun bisa mengalami hal yang sama,” tambahnya.

Dengan hasil Kejuaraan Dunia 2025 ini, peta kekuatan senam ASEAN mulai terlihat. Filipina masih jadi poros utama lewat Yulo, Thailand menanjak stabil, dan Indonesia menunjukkan progres nyata lewat generasi baru yang mulai berani bersaing.

Tags

Terkini