SportlinkNews – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) bukanlah bentuk pembekuan terhadap dunia olahraga Indonesia.
Ia memastikan aktivitas dan program olahraga nasional tetap berjalan seperti biasa.
Dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025, Erick menjelaskan bahwa keputusan IOC harus dilihat secara proporsional.
Baca Juga: Usai Absen Sembilan Bulan, Umar Nurmagomedov Siap Tunjukkan Kelas di UFC 321
"Konteksnya jangan sampai seolah-olah olahraga Indonesia berhenti total. Kita tetap mendorong sesuai dengan blueprint pembangunan olahraga yang menjadi bagian penting pembentukan karakter bangsa," ujarnya.
Sebelumnya, IOC mengeluarkan keputusan setelah adanya penolakan terhadap kehadiran atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.
Dalam surat resminya, IOC memutus dialog dengan Indonesia terkait proses bidding tuan rumah Olimpiade dan ajang internasional lain, serta merekomendasikan federasi olahraga dunia untuk menunda penyelenggaraan event di Indonesia.
Baca Juga: Ducati Libatkan Nicolo Bulega di Tes Jerez, Bersiap Turun Balap Menggantikan Marc Marquez
Namun, Erick menegaskan keputusan tersebut bukan bersifat final. "Ini bukan harga mati. Sifatnya sementara, dan komunikasi tetap bisa dibuka melalui NOC Indonesia (Komite Olimpiade Indonesia). Kami di Kemenpora berperan sebagai pendukung penuh," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Kemenpora bersama NOC Indonesia akan terus menjalin komunikasi dengan IOC untuk mencari solusi terbaik agar hubungan kedua pihak tetap terjaga.
"Kami akan dorong dialog konstruktif dengan IOC, agar posisi Indonesia bisa dijelaskan secara utuh dan tidak disalahartikan," tutur Erick.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: Jawa Timur Borong Emas Wushu dan Ju-Jitsu, Jawa Barat Tampil Ganas di Karate
Mantan Ketua Umum PSSI itu menegaskan, meski ruang menjadi tuan rumah ajang besar seperti Olimpiade Remaja 2030 atau Olimpiade 2036 kini mengecil, Indonesia tetap memiliki kesempatan mengirim atlet-atlet terbaiknya ke berbagai event internasional.
"Program pembinaan, partisipasi di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade tetap berjalan. Fokus kita bukan hanya menjadi tuan rumah, tapi membangun prestasi dan karakter atlet," pungkasnya.