Wanita Tangguh Ini Sebarkan Informasi PON XXI Lewat Bahasa Isyarat

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 19 September 2024 | 20:26 WIB
Heni Ekawati juru bahasa isyarat di Media Center PON XXI Wilayah Aceh yang tak kenal lelah. (sportlinknews)
Heni Ekawati juru bahasa isyarat di Media Center PON XXI Wilayah Aceh yang tak kenal lelah. (sportlinknews)

Sportlinknews - Perkenalkan...! Heni Ekawati. Ia wanita tangguh. Tak kenal lelah. Tiap hari berdiri di depan kamera. Dari pagi hingga malam hari.

Bukan... bukan untuk 'mejeng' mencari popularitas. Wanita cerdas ini bertugas sebagai penyaji bahasa isyarat. Sebuah pekerjaan mulia. Tak semua orang bisa. Butuh keterampilan dan pendidikan khusus.

Heni Ekawati, satu-satunya juru bahasa isyarat di Media Center PON XXI Wilayah Aceh. Wanita asal Gayo, Aceh Tengah, ini terbilang paling sibuk.

Ia harus tampil sebagai juru bahasa isyarat setiap acara di Media Center PON XXI. Termasuk jika ada tamu dalam program dialog di Studio One on One.

Baca Juga: Tenis Meja Jakarta Juara Umum, Raih 3-1-2 Medali

Bisa dibayangkan betapa lelahnya. Tapi, Heni menikmati tugasnya. Meski ia mengaku kadang kakinya terasa ngilu. Pun keram kaki karena harus berdiri.

"Saya kerja dari jam 10.00 pagi hingga malam. Sekali tampil antara 30-40 menit. Ya, lumayan melelahkan, tapi saya nikmati saja," ujar Heni.

Heni mengaku bersyukur menjadi bagian dari tim Media Center PON XXI Wilayah Aceh. Setidaknya ia dapat merasakan aura event bersejarah di tanah kelahirannya. Tak kalah penting, bisa berbagi informasi dengan kaum tunarungu.

"Alhamdulliah, kehadiran saya di sini sangat berarti bagi kaum tunarungu. Mereka bisa merasakan dan mengetahui informasi tentang PON XXI Aceh-Sumut," ujarnya.

Baca Juga: Penonton Antusias Saksikan Laga Tinju Putra PON XXI Aceh-Sumut

Heni Ekawati, kelahiran Takengon, 27 Juli 1982. Ia doyan baca buku dan getol belajar. Ia jebolan FKIP Fisika Universitas Serambi Mekkah dan Universita Negeri Padang jurusan Pendidikan Luar Biasa. Heni juga bergelar S2 Management ADM Pendidikan lulusan Unsyiah.

Wanita yang ramah ini sangat menyayangi kaum tunarungu. Orang yang mengalami gangguan pendengaran. Ia ingin mengangkat derajat mereka yang memiliki keterbatasan tersebut.

Heni pun mencoba menyelami dan berinteraksi dengan mereka. Ia belajar bahasa isyarat secara otodidak pada tahun 2008. Langsung bersama anak-anak tunarungu di sekolah.

Baca Juga: CdM Kontingen Apresiasi PB PON XXI Wilayah Aceh, Para Atlet Mulai Pamitan

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Menyentuh Persahabatan Winoto

Minggu, 22 September 2024 | 06:10 WIB
X