Ketika skor mencapai 9-3, air mata haru tak tertahan. Ini bukan hanya kemenangan, tetapi juga pengingat akan cinta dan persahabatan yang takkan pernah pudar.
Kemenangan ini menempatkan Aceh di peringkat ketujuh klasemen akhir dengan satu emas, dua perak, dan dua perunggu.
Baca Juga: Penutupan PON XXI 2024: Ribuan Penonton Tumpah Ruah di Stadion Utama Sumatera Utara
Namun bagi Winoto, medali ini adalah simbol dari sebuah perjalanan panjang dan penuh makna.
Itu adalah penghormatan yang tulus untuk sahabat yang telah mengorbankan banyak hal untuk perkembangan biliar di Aceh.
Dalam keheningan setelah kemenangan, Winoto berdiri di podium, mengangkat medali emasnya dengan bangga, sembari menggenggam erat foto Bustaman.
Saat itu, dunia biliar Aceh tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga mengingat sebuah persahabatan yang abadi.