Gelar All England, Bukti Sport Psikologi Berperan Penting Membentuk Mental Juara

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Kamis, 4 April 2024 | 10:30 WIB
All Indonesian Final di final All England 2024 (PBSI)
All Indonesian Final di final All England 2024 (PBSI)

SportlinkNews - Kemenangan Indonesia di turnamen bergengsi All England 2024 tentu saja menghapus dahaga kita yang selama lebih dari tiga dekade paceklik gelar, khususnya di tunggal putra.

All Indonesian Final di tunggal putra mempertemukan Jonathan Christie vs Anthony Ginting tentu saja membuat gelar tunggal putra tidak lepas dari genggaman.

Sedangkan kemenangan pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto atas pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik semakin mempertegas kekuatan Indonesia di bulu tangkis dunia.

Baca Juga: All Indonesian Final di All England Sudah Terjadi 9 Kali, Jonatan Christie Juara Terbaru

Latihan berat sudah pasti dijalani para atlet terbaik kita. Namun, tahukah Anda, bahwa selain latihan fisik dan teknik, peran sport psikologi sangat penting dalam menunjang keberhasilan atlet bulu tangkis kita.

Psikolog olahraga Lilik Sudarwati menjelaskan gambaran umum tentang proses yang dilakukan oleh psikolog olahraga untuk membantu atlet hingga mencapai kesuksesan tersebut.

Kepada SportlinkNews, Koordinator Tim Psikolog Ad Hoc Bulu Tangkis Indonesia untuk Olimpiade 2024 Paris ini menjelaskan peran psikolog olahraga, yang meliputi beberapa langkah:

1. Pemahaman Terhadap Atlet

"Psikolog olahraga akan melakukan pemahaman mendalam terhadap setiap atlet yang akan berpartisipasi dalam kompetisi, termasuk kekuatan, kelemahan, kepribadian, dan kebutuhan psikologis Psikolog."

"Ini bisa melalui wawancara, observasi, dan penggunaan alat evaluasi psikologis," ungkap Lilik yang juga atlet bulu tangkis Indonesia era 80-90an.

2. Penyusunan Program Mental

Berdasarkan pemahaman tentang atlet, psikolog olahraga akan menyusun program mental yang sesuai untuk setiap individu.

"Program ini mungkin mencakup teknik-teknik relaksasi, visualisasi, pemusatan perhatian, dan strategi coping yang relevan dengan kebutuhan dan situasi atlet," ujarnya.

3. Manajemen Tekanan dan Stres

Psikolog olahraga membantu atlet dalam mengelola tekanan dan stres yang mungkin timbul selama persiapan dan kompetisi.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidur Berkualitas Kunci Performa Atlet Selama Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 | 21:55 WIB

Benarkah Emosi Dapat Bawa Penyakit untuk Tubuh?

Sabtu, 22 Maret 2025 | 06:55 WIB

Cara Mengatasi Kecemasan Performa dalam Olahraga

Senin, 24 Februari 2025 | 20:13 WIB

Manfaat Berenang Bagi Kesehatan Mental

Senin, 24 Februari 2025 | 14:11 WIB
X