Cara Mengatasi Kecemasan Performa dalam Olahraga

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 24 Februari 2025 | 20:13 WIB
Teriakan lega dari ganda putri parabadminton Indonesia saat tampil di Paralimpik Paris 2024.
Teriakan lega dari ganda putri parabadminton Indonesia saat tampil di Paralimpik Paris 2024.

SportlinkNews - Kecemasan performa dalam olahraga dapat menjadi penghalang utama bagi para atlet di semua tingkatan.

Ini adalah perpaduan antara kegelisahan, keraguan, dan gejala fisik yang menyertainya, yang dapat menghambat kemampuan atlet untuk tampil saat dibutuhkan.

Perasaan tidak mampu tampil ini dapat menjadi masalah karena dapat menurunkan kepercayaan diri seiring waktu dan dikhawatirkan dapat berubah menjadi depresi.

Bagi para atlet cara yang efisien untuk menentukan akar masalah dan menghentikan siklusnya adalah mencari tahu tentang apa itu kecemasan kinerja.  

Baca Juga: Bojan Hodak Sebut Performa Henhen Herdiana yang Terbaik Musim Ini

Mengenali tanda dan gejalanya, dan mempelajari cara mengatasinya. Itu adalah langkah awal yang bagus untuk mendapatkan kinerja atletik seorang atlet.

Apa itu Kecemasan Performa dalam Olahraga, apa saja tanda dan gejalanya?

Kecemasan performa dalam olahraga bermanifestasi sebagai rasa takut yang berlebihan akan kegagalan atau kinerja yang buruk selama bertanding/berkompetisi.

Kata yang lebih dikenal umum adalah "demam panggung,". Ini merupakan jenis kecemasan performa tertentu, di mana Anda takut akan penonton dan penilaian mereka berdasarkan penampilan dalam pertandingan/kompetisi.

Baca Juga: Marc Klok Tak Ingin Terlarut dalam Hasil Imbang, Persib Targetkan Kemenangan di Markas Persebaya

Kecemasan performa olahraga dapat memengaruhi atlet di semua cabang olahraga. 

Contohnya adalah pemain basket yang ragu-ragu untuk merebut bola karena merasa tidak mampu bertanggung jawab atau performa mereka sendiri yang mengecewakan timnya.

Gejala umum yang terlihat terhadap kekhawatiran berlebihan tentang hasil pertandingan, antara lain kecenderungan menghindari kompetisi, dan takut menjadi pusat perhatian. 

Hal itu juga disertai dengan reaksi fisik seperti berkeringat, jantung berdebar kencang, menggigil, dan sensasi tercekik di tenggorokan.

Baca Juga: Persib Bandung Puncaki Klasemen, Kevin Mendoza Tak Mau Terburu-Buru Bicara Juara Liga 1

Jika tidak ditangani, kecemasan ini dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri dan konsentrasi, sehingga menurunkan performa atlet.

Seberapa Umumkah Kecemasan Performa?

Kecemasan dalam olahraga adalah fenomena yang wajar dan telah dialami oleh banyak atlet elit dunia.

Nama-nama besar seperti Wayne Gretzky, Michael Jordan, Serena Williams, dan Michael Phelps pernah mengalami tekanan tinggi dalam karier mereka.

Karena pertandingan/kompetisi pada dasarnya merupakan lingkungan negatif, di mana ada tuntutan untuk bisa menang. 

Baca Juga: Luka Modric Belum Pikirkan Pensiun, Siap Tambah Masa Bakti di Real Madrid

Kuncinya bukan pada menghindari kecemasan, tetapi bagaimana mengelolanya.

Contohnya, Mike Tyson pernah mengungkapkan bahwa ia sering menangis sebelum bertanding karena kecemasan, tetapi ia mengubah rasa takutnya menjadi bahan bakar untuk tampil maksimal di atas ring.

Menyadari bahwa kecemasan adalah hal yang umum dapat menjadi langkah pertama dalam mengatasinya.

Baca Juga: Wilda Nurfadhilah Pensiun: Akhir Perjalanan Sang Ratu Voli Indonesia

Siklus Kecemasan Performa dan Dampaknya

Kecemasan performa sering kali terjadi dalam siklus yang berulang, dimulai dari pikiran negatif dan ketidakpercayaan diri yang berlebihan.

Atlet yang terlalu fokus pada hasil dibandingkan proses dapat mengalami peningkatan detak jantung, keringat berlebih, dan ketegangan otot, yang pada akhirnya mengganggu kinerja mereka.

Setelah pertandingan, evaluasi diri yang terlalu kritis dapat memperburuk kondisi ini, menambah tekanan mental dan memperkuat rasa takut untuk menghadapi kompetisi di masa depan.

Jika siklus ini tidak diputus, maka atlet dapat mengalami penurunan performa yang berkelanjutan dan kesulitan untuk kembali lagi ke performa terbaiknya.

Baca Juga: Knicks Perlu Evaluasi Serius Bila Mau Bersaing di Wilayah Timur

Strategi Mengatasi Kecemasan Performa

Mengelola kecemasan performa membutuhkan pendekatan yang tepat, termasuk terapi psikologi olahraga dan konsultasi mental. Beberapa teknik yang terbukti efektif antara lain:

  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Membantu atlet mengenali dan mengubah pola pikir negatif agar lebih percaya diri dan fokus.
  • Terapi Desensitisasi dan Pemrosesan Ulang Gerakan Mata (EMDR): Digunakan untuk mengatasi kecemasan dan trauma yang berhubungan dengan performa.
  • Latihan Kesadaran dan Relaksasi: Teknik seperti pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif dapat membantu mengurangi gejala fisik kecemasan.
  • Penetapan Tujuan yang Realistis: Fokus pada proses dan perkembangan daripada hanya hasil akhir membantu mengurangi tekanan mental.
  • Pelatihan Fokus dan Konsentrasi: Mengembangkan rutinitas mental yang positif dan menghilangkan gangguan saat bertanding.

Baca Juga: Golden State Warriors Resmi Pensiunkan Jersey No. 9 Andre Iguodala

Bekerja sama dengan psikolog olahraga dapat membantu atlet memahami akar permasalahan mereka dan menemukan strategi terbaik untuk mengatasi kecemasan performa.

Dengan pendekatan yang tepat, kecemasan yang awalnya menghambat dapat diubah menjadi motivasi untuk meraih performa terbaik.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: The mental game

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidur Berkualitas Kunci Performa Atlet Selama Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 | 21:55 WIB

Benarkah Emosi Dapat Bawa Penyakit untuk Tubuh?

Sabtu, 22 Maret 2025 | 06:55 WIB

Cara Mengatasi Kecemasan Performa dalam Olahraga

Senin, 24 Februari 2025 | 20:13 WIB

Manfaat Berenang Bagi Kesehatan Mental

Senin, 24 Februari 2025 | 14:11 WIB
X