Ketiga, Dinamika Hubungan Antara Atlet dan Pelatih
"Hubungan antara atlet dan pelatih dalam setiap cabang olahraga bisa berbeda-beda," kata Lilik.
Baca Juga: Andres Iniesta, Pil Penenang, dan Depresi Pemain Bola di Tengah Gemilang Prestasi
Dalam bulutangkis, di mana koordinasi antara ganda atau ganda campuran sangat penting, psikolog olahraga dapat membantu atlet dan pelatih untuk meningkatkan komunikasi, kerjasama, dan kepercayaan satu sama lain.
Keempat, Tantangan Psikologis yang Khusus
Diakui Lilik, setiap cabang olahraga dapat memiliki tantangan psikologis yang unik.
Baca Juga: Menpora Dito: Wajib Terapkan Sport Science dan Sport Psikologi Menuju Olimpiade Paris 2024
Dalam bulu tangkis, misalnya, atlet mungkin mengalami tekanan yang tinggi karena ekspektasi yang tinggi dari publik atau karena sifat permainan yang cepat dan dinamis.
"Oleh karena itu, pendampingan psikologi untuk atlet bulu tangkis mungkin akan berfokus pada manajemen tekanan, pengembangan ketahanan mental, dan pembangunan keyakinan diri," ujar Lilik.
"Dengan memahami perbedaan yang hakiki antara pendampingan psikologi dalam cabang olahraga yang berbeda, psikolog olahraga dapat merancang program yang sesuai dengan kebutuhan khusus atlet bulu tangkis untuk membantu atlet mencapai performa terbaik," papar Lilik.