- M. Nigara
Wartawan Olahraga Senior
SportlinkNews - Nico Watimena, nama yang luar biasa menggetarkan bagi para calon wartawan di Kampus Sekolah Tinggi Publisistik, Jakarta. Kisah sukses liputannya menyebar begitu rupa.
Saya, Rinta, Hance, Milly Munarjo, dan banyak lainnya yang selalu ternganga jika mendengar para senior menceritakan kisahnya. All England, Asian Games, adalah kisah yang tak pernah ada habisnya untuk diceritakan. PON, PSSI, PBSI, PASI, dan KONI juga tak reda untuk dikisahkan.
"Iya, itu liputan dia (Nico Watimena)," kata beberapa senior yang juga para kuli tinta di STP.
Baca Juga: PSSI Tuntaskan Match Commissioners Refreshment Jelang Liga 1 Bergulir
Pertama kali saya bertemu dengan Nico, bersama Milly Munarjo, dan Herlina Soekarno (Herlina sudah kembali ke Sang Khalik lebih dari lima tahun silam). Waktu itu kami datang ke rumah kost Nico di daerah Benhill, jika tidak keliru.
Di rumahnya adrenalin saya menggelegak. Album foto yang teronggok di atas meja, kami buka satu-satu. Luar biasa, foto-foto Nico di London dan di banyak negara memperlihatkan kehebatannya sebagai wartawan The Indonesian Times.
Singkatnya, gambar-gambar dalam album itu menjadi pemicu saya. Belasan tahun setelah peristiwa itu, saya akhirnya dapat mengikuti jejaknya.
Baca Juga: AC Milan Kenalkan Kebijakan yang Mendukung Pengembangan Pemain dan Staf Wanita
Bahkan, ketika saya ke London untuk pertama kali, tahun 2000 bersama Demis (pengundang), Herman Chaniago, dan Irving Noor, sahabat dari Kompas ini juga sudah berpulang, saya kabari Nico.
"Yayaya, gw ke situ!" kata Nico.
Trafalgar Square, ya dari situlah semangat saya bergelantungan. Saya ingin sekali bisa meliput seluas senior yang satu ini. Maka, begitu saya menginjakkan kaki di sana, ada senyum Nico seperti muncul di pelupuk mata.
Banyak sekali kenangan bersama Nico. Namun, setelah ia pensiun, Nico beralih dari dunia jurnalistik ke pendidikan. Sepuluh tahun terakhir, Nico menjadi dosen.
Baca Juga: Latihan Tidak Selalu Menghasilkan Kesempurnaan, Itulah Mengapa Anda Tidak Ikut Olimpiade
Lama tak jumpa, beberapa bulan lalu, saya dapat info Nico sakit. Pagi tadi, Kamis (8/7/2024) kabar duka datang juga. Nico, wartawan olahraga yang hebat itu telah berpulang.
Artikel Terkait
Atlet Lompat Galah Kanada Ini Selebrasi Twerking, Fans Bereaksi Gaduh
Jadwal Pertandingan Olimpiade Paris 2024: Tiga Atlet Indonesia Beraksi, Bisa Langsung Medali Emas
Manny Pacquiao Vs Ryan Garcia Lagi Digodok Meski Sanksi Belum Berakhir
Dibuang Barcelona, Tiga Klub La Liga Ini Tertarik Meminang Julian Araujo
Olimpiade Paris 2024: Utak Atik Peluang Medali Indonesia dari Angkat Besi dan Panjat Tebing