In Memoriam Nico Watimena: Selamat Jalan Senior...!

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 8 Agustus 2024 | 14:05 WIB
Nico Watimena (kiri) wartawan senior itu berpulang.
Nico Watimena (kiri) wartawan senior itu berpulang.

SportlinkNews - Nico Watimena, nama yang luar biasa menggetarkan bagi para calon wartawan di Kampus Sekolah Tinggi Publisistik, Jakarta. Kisah sukses liputannya menyebar begitu rupa.

Saya, Rinta, Hance, Milly Munarjo, dan banyak lainnya yang selalu ternganga jika mendengar para senior menceritakan kisahnya. All England, Asian Games, adalah kisah yang tak pernah ada habisnya untuk diceritakan. PON, PSSI, PBSI, PASI, dan KONI juga tak reda untuk dikisahkan.

"Iya, itu liputan dia (Nico Watimena)," kata beberapa senior yang juga para kuli tinta di STP.

Baca Juga: PSSI Tuntaskan Match Commissioners Refreshment Jelang Liga 1 Bergulir

Pertama kali saya bertemu dengan Nico, bersama Milly Munarjo, dan Herlina Soekarno (Herlina sudah kembali ke Sang Khalik lebih dari lima tahun silam). Waktu itu kami datang ke rumah kost Nico di daerah Benhill, jika tidak keliru.

Di rumahnya adrenalin saya menggelegak. Album foto yang teronggok di atas meja, kami buka satu-satu. Luar biasa, foto-foto Nico di London dan di banyak negara memperlihatkan kehebatannya sebagai wartawan The Indonesian Times.

Singkatnya, gambar-gambar dalam album itu menjadi pemicu saya. Belasan tahun setelah peristiwa itu, saya akhirnya dapat mengikuti jejaknya.

Baca Juga: AC Milan Kenalkan Kebijakan yang Mendukung Pengembangan Pemain dan Staf Wanita

Bahkan, ketika saya ke London untuk pertama kali, tahun 2000 bersama Demis (pengundang), Herman Chaniago, dan Irving Noor, sahabat dari Kompas ini juga sudah berpulang, saya kabari Nico.

"Yayaya, gw ke situ!" kata Nico.

Trafalgar Square, ya dari situlah semangat saya bergelantungan. Saya ingin sekali bisa meliput seluas senior yang satu ini. Maka, begitu saya menginjakkan kaki di sana, ada senyum Nico seperti muncul di pelupuk mata.

Banyak sekali kenangan bersama Nico. Namun, setelah ia pensiun, Nico beralih dari dunia jurnalistik ke pendidikan. Sepuluh tahun terakhir, Nico menjadi dosen.

Baca Juga: Latihan Tidak Selalu Menghasilkan Kesempurnaan, Itulah Mengapa Anda Tidak Ikut Olimpiade

Lama tak jumpa, beberapa bulan lalu, saya dapat info Nico sakit. Pagi tadi, Kamis (8/7/2024) kabar duka datang juga. Nico, wartawan olahraga yang hebat itu telah berpulang.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X