Olimpiade Paris 2024: Drama Rizki Raih Emas Angkat Besi, Nervous, Gagal, Tangis hingga Pesan Ibu

Suryansyah, Sportlink News
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 07:48 WIB
Debut Rizki Juniansyah berbuah medali emas Olimpiade Paris 2024.  (olympic)
Debut Rizki Juniansyah berbuah medali emas Olimpiade Paris 2024. (olympic)

SportlinkNews - Rizki Juniansyah menjadi atlet kedua Indonesia yang berhasil naik podium tertinggi dan membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya kembali berkumandang.

Sebelumnya, atlet panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo mengukir sejarah dengan meraih medali emas nomor speed, Kamis (8/8).

Drama dilakoni Rizki yang tampil di kelas 73kg. Dia membuat masyarakat Indonesia membisu ketika rival terberatnya Shi Zhiyong (Cina) menangkat barbel seberat 161kg.

Baca Juga: Hasil Angkat Besi Olimpiade Paris 2024: Alhamdulillah Emas Kedua Indonesia Diraih Rizki

Rizki hanya bisa mengangkat 155kg. Itu pun lewat percobaan kedua. Dia mencoba menaikkan angkatannya menjadi 163 pada percobaan ketiga. Tapi, tampaknya terlalu berat untuk diangkat. Rizky gagal.

Tapi, angkat besi bukan hanya Snatch. Masih ada Clean & Jerk. Disinilah Rizki bangkit dan menghancurkan rivalnya.

Lifter berusia 21 tahun itu membuka angkatan Clean & Jerk seberat 191kg dan mulus. Shi Zhiyong juga membuka dengan 191kg. Tapi, gagal mengangkatnya. Bahkan sampai tiga kali percobaan.

Baca Juga: Komentar Veddriq Usai Raih Emas Pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Praktis Shi Zhiyong langsung tersingkir (did not finish).

Rizki berada di atas angin. Peluang meraih medali terbuka. Dia langsung menambah beban angkatannya menjadi 199kg. Dan, ternyata berhasil diangkatnya. Sekaligus memecahkan rekor Olimpiade.

Total Rizki mampu mengangkat barbel seberat 354kg (snatch 155kg dan clean & jerk 199kg). Dan berhak mendapat kalungan medali emas.

Baca Juga: Latihan Tidak Selalu Menghasilkan Kesempurnaan, Itulah Mengapa Anda Tidak Ikut Olimpiade

Lawan terberat di Clean & Jerk datang dari Thiland: Weeraphon Wichuma. Dia mencoba mengangkat barbel 194kg diangkatan kedua dan 198 angkatan ketiga. Dia harus puas dengan medali perak dengan total angkatan 346kg.

Medali perunggunya diambil lifter Bulgaria Andreev Bozhidar dengan total angkatan 344kg.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Model Terpanas Ivana Knoll Jebol gawang Inggris

Kamis, 4 Juni 2026 | 08:02 WIB
X