Bonanno memimpin dalam waktu enam menit dalam pertandingan untuk memperkecil ketertinggalan melawan Marley sebelum menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan kemudian mencuri keunggulan menjelang turun minum.
Narasi permainan terus berubah dalam hitungan detik. Marley membuat kedudukan menjadi 5-5 sebelum Bonanno mengembalikan keunggulan City dengan kedua pemain Pro tersebut terus bergantian menyerang.
Namun, City-lah yang menang saat peluit akhir berbunyi, bertahan untuk kemenangan menegangkan 6-5.
Baca Juga: Esports Indonesia Terus Berkembang, Ini Alasan Konami Gaet Windah Basudara Gelar Turnamen eFootball
“Brighton adalah lawan yang sangat tangguh di final dan Mati serta saya harus benar-benar berjuang keras untuk menang," kata Tekkz.
“Namun, kami bertekad untuk membuat lebih banyak sejarah tahun ini dan kami berhasil!"
“Kami akan menikmati momen ini, tetapi kemudian kami juga akan langsung mempersiapkan diri untuk Liga eChampions dan Kejuaraan Dunia,” ucapnya.
Baca Juga: Wajib Dikoleksi Sneakerhead, Desain Nike Air Max 95 Neon 2025 Tak Lekang Waktu
Mati menambahkan, “Menjadi tim pertama yang memenangkan gelar juara secara berturut-turut adalah pencapaian istimewa bagi saya."
"Saya juga tidak sabar untuk menghadapi tantangan untuk melanjutkan performa kami di Liga eChampions dan Kejuaraan Dunia."
“Saya pikir Tekkz dan saya adalah salah satu duo terbaik di dunia saat ini dan kami benar-benar membuktikannya dalam seri Liga ePremier tersulit yang pernah kami ikuti," ujar Matias Bonanno.