"Mulai dari Kak Rifat Sungkar yang jadi mentor, Kak Echa yang jadi navigator maupun tim mekanik yang solid dalam menangani masalah teknis sekecil apapun,” ucap Diva.
Diva mengakui kehadiran orang-orang tersebut membuatnya tidak ingin tampil setengah-setengah pada setiap lomba.
Ia tidak lagi menganggap reli hanya sebagai tempat ia menyalurkan hobinya, melainkan arena pembuktian keseriusannya menjalani balapan.
Baca Juga: Penyerang Tercepat dan Berbahaya Akan Pakai Air Zoom Mercurial Cosmic Speed
“Tahun ini reli bukan sekadar senang-senang. Kali ini saya lebih serius dan lebih termotivasi dibanding tahun lalu."
"Meski lebih serius, saya malah merasakan lebih seru dan lebih menyenangkan dibanding tahun lalu,” ungkap Diva.