"Mulai dari Kak Rifat Sungkar yang jadi mentor, Kak Echa yang jadi navigator maupun tim mekanik yang solid dalam menangani masalah teknis sekecil apapun,” ucap Diva.
Diva mengakui kehadiran orang-orang tersebut membuatnya tidak ingin tampil setengah-setengah pada setiap lomba.
Ia tidak lagi menganggap reli hanya sebagai tempat ia menyalurkan hobinya, melainkan arena pembuktian keseriusannya menjalani balapan.
Baca Juga: Penyerang Tercepat dan Berbahaya Akan Pakai Air Zoom Mercurial Cosmic Speed
“Tahun ini reli bukan sekadar senang-senang. Kali ini saya lebih serius dan lebih termotivasi dibanding tahun lalu."
"Meski lebih serius, saya malah merasakan lebih seru dan lebih menyenangkan dibanding tahun lalu,” ungkap Diva.
Artikel Terkait
Kontingen Sumut Dominasi Cabang Olahraga Arung Jeram PON XXI 2024
Ketua Umum KONI Pusat: PON Dapat Melahirkan Atlet Berbakat untuk Memperkuat Tim Nasional
Alumni TC Rusia Pertahankan Medali Emas Floret Beregu Putra
Inter Vs Man-City, De Vrij: Bertahan untuk Menetralisir Haaland